Dikatakan peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia Toto Izul Fatah, jika melihat peta kekuatan politik, Yenny Wahid tidaklah besar. Ada dua bukti yang menjadi dasar pernyataannya itu. Pertama, Yenny pernah membuat PKB tandingan, namun tidak bisa bertahan lama.
Kedua, Yenny membentuk PKBIB alias Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru, tapi tidak lolos verifikasi KPU dan tidak bisa jadi peserta pemilu.
â€Secara personal Yenny memang kokoh. Dia putri sulung Gus Dur, punya trah darah biru. Tapi secara politik, dia belum kuat untuk mendongkrak elektabilitas Demokrat,†jelas Toto kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 7/4).
Toto menduga, Demokrat merekrut Yenny dengan harapan bisa membawa gerbong NU ke Demokrat. Tapi dengan kenyataan tadi, rasanya sangat sulit. Apalagi, di jalur politik, NU terpecah belah. Ada yang ke PKB, ada yang ke PPP, ada yang ke Golkar, dan ada yang ke Hanura.
Di sisi lain, kata Toto, penyakit Demokrat terlalu akut. Sangat sulit mengharap Demokrat bisa pulih kalau hanya mengandalkan sosok Yenny. â€Yang penting untuk Demokrat sekarang itu melakukan recovery, melakukan pembersihan dan merekrut orang-orang baik. Tanpa ini, kehadiran Yenny tidak akan ada arti apa-apa,†tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: