"Stop jual beli jabatan Kadin kalau tidak mendengarkan suara kami, nanti waktu pelantikan kepengurusan, kami akan kembali mengepung Kadin," lantang koordinasi aksi Forum Penyelamat Kadin Seluruh Indonesia, Fajar Dikra Pratama saat berorasi di depan Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (27/12) siang.
Dalam aksi itu, Fajar juga mengatakan bahwa Kadin semestinya dapat berperan sebagai mitra antara pengusaha dan buruh dalam menopang perekonomian Indonesia. Tapi kenyataannya justru sebaliknya. Kadin diarahkan untuk kepentingan segelintir orang dan kelompok.
"Peran Kadin menciptakan pengusaha muda dan lokal agar maju, bukan pengusaha asing. Ini sangat ironi, kita punya tanah tapi pemodalnya asing," soraknya di hadapan massa aksi.
Fajar menegaskan, Kadin bukan milik Suryo Bambang Sulisto semata, tapi seluruh pengusaha yang ada di Indonesia. Karenanya, keberadaan Kadin harus mampu mengayomi pengusaha muda dan lokal untuk ikut berperan aktif dalam mendukung kemakmuran pengusaha kecil menengah.
"Kadin sudah memperkosa rakyat. Kadin harus kembali ke jalannya yang benar," teriak orator lainnya, Akbar Hanubun.
Para pengunjuk rasa pun menuntut Kadin diselamatkan dari pengusaha hitam dan tidak dijadikan alat untuk memperkaya kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Kadin di bawah kepengurusan baru juga dituntut harus mampu memberdayakan secara langsung pengusaha muda maupun lokal dalam setiap dalam pengambilan kebijakannya.
"Lakukan pembenahan pola rekrutmen pengurus yang mengarah kepada terbangunnya Kadin sesuai dengan good coorporate governance," lantang Fajar saat membacakan tuntutan.
Aksi berlangsung damai. Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi.
[wid]
BERITA TERKAIT: