Tindakan Bupati Garut Aceng HM Fikri menceraikan Fani Octora (18) hanya empat hari setelah dinikahinya mengundang protes. Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menilai sikap Aceng yang memutuskan Fani dengan alasan tidak perawan sebagai tindakan tidak menjunjung tinggi etika dan moralitas.
"Ini bicara soal etika dan moralitas seorang pemimpin harusnya jadi teladan masyarakat. Memang tidak ada aturan main dan di agama juga tidak ada aturan mainnya. Tapi jadi tidak etis kalau pernikahan dilakukan dalam waktu empat hari dengan alasan di luar akal sehat" kata dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (3/12).
Pramono menilai alasan Aceng hanya mengada-adakan dan menjadi contoh yang tidak baik.
"Alasannya diada-adakan, apalagi cara memutuskan lewat sms dan sebagainya itu adalah contoh yang tidak baik. Kepala daerah atau pejabat publik harusnya memperhitungkan tindakannya," imbuh politisi senior PDIP itu.
Tindakan bupati dari jalur independent itu, sambung Pramono, menunjukkan sifat dan sikap yang arogan.
"saya lihat langsung statement dia, ada arogansi sebagai seseorang yang punya kekuasaan dan kaya, padahal itu relatif sekali," tandasnya. [dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: