Peresmian likuidasi ini melalui upacara yang berlangsung di Batalyon Infantri 6 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026.
Likuidasi ini berdasarkan keputusan Kepala Staf TNI AL (KSAL) pada Agustus 2025. Oleh karena itu, Tunggul Batalyon Pertahanan Pangkalan I sampai dengan XIV diselubung dan diserahkan untuk kemudian disimpan di Markas Komando Korps Marinir TNI AL.
Endi menjelaskan, likuidasi satuan ini bagian dari validasi organisasi di lingkungan TNI AL, khususnya Korps Marinir TNI AL.
Dengan demikian, langkah ini dinilai strategis untuk menjawab dinamika ancaman global dan regional serta kompleksitas keamanan nasional yang menuntut prajurit tetap adaptif dan responsif.
“Likuidasi satuan yang dilaksanakan bukanlah langkah mundur, melainkan bagian dari proses transformasi menuju organisasi yang lebih modern, efektif, dan efisien,” kata Endi dikutip Jumat malam, 13 Februari 2026
Ia berpendapat, satuan itu telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kedaulatan wilayah pesisir serta pengamanan pangkalan-pangkalan TNI AL.
Jebolan AAL 1990 ini mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada para komandan satuan itu atas pengabdian mereka dalam menorehkan sejarah dan memimpin satuan dengan penuh tanggung jawab.
“Penyelubungan tunggul satuan ini memang menandai berakhirnya pengabdian satuan secara administratif,” ucap dia.
“Namun, hal tersebut bukanlah akhir dari dedikasi para prajurit. Nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan disiplin yang telah ditunjukkan akan selalu terpatri dalam tinta emas sejarah kejayaan Korps Marinir,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh prajurit untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi bimbingan dan perlindungan dalam melanjutkan pengabdian terbaik bagi Korps Marinir TNI AL.
BERITA TERKAIT: