“Hari ini kita memberangkatkan kembali perlengkapan-perlengkapan untuk mendukung penanggulangan bencana baik di Aceh, Sumut maupun Sumbar,” kata Maruli di Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Selasa, 6 Januari 2025.
Maruli menegaskan pengiriman dilakukan bertahap karena sebagian alat merupakan pengadaan tahun 2026 yang dipercepat prosedurnya untuk kebutuhan darurat di lokasi bencana.
“Ini banyak barang-barang pengadaan yang 2026 yang kami percepat. Sebelum masuk kesatuan, kami kirim dulu ke tempat bencana,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi lapangan, pembersihan lumpur tidak bisa dilakukan secara manual sehingga membutuhkan alat berat dalam jumlah besar.
“Lumpur-lumpur yang tinggi itu tidak bisa dilakukan secara manual. Berapa ribu orang pun akan sulit, sehingga kita pikir harus pakai dump truck,” jelas Maruli.
Selain alat berat, TNI AD juga menerima dan memberangkatkan 20 unit alat penjernih air bantuan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).
Untuk tahap awal, sebanyak 97 unit kendaraan dan alat berat diberangkatkan menggunakan satu kapal laut serta jalur darat.
“Hari ini rencana 97 yang berangkat, nanti sisanya bertahap,” tegas KSAD.
Maruli memastikan TNI AD berkomitmen mendukung pemerintah hingga penanganan bencana tuntas.
“Kami komit terus berlanjut membantu penanggulangan bencana ini secara tuntas,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: