"Saya tekankan, sebagai Panglima Tertinggi TNI, untuk memegang teguh sapta marga dan sumpah prajurit," tegas Jokowi di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11).
Ia juga meminta prajurit untuk selalu setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, agar selalu tetap berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan juga menjaga Bhineka Tunggal Ika.
"Selalu membela ideologi negara dan Pancasila, dan tetaplah menjadi bangsa Indonesia," imbuhnya.
Di tengah-tengah ribuan prajurit korps marinir, Jokowi mengapresiasi korps marinir yang selalu mendapat apresiasi dari negara-negara sahabat ketika ikut bagian menjadi pasukan perdamaian dunia. Oleh karenanya, ia mengatakan tidak ragu lagi dengan loyalitas korps marinir yang kini dipimpin oleh Dankomar Mayjen (Mar) R.M. Trusono ini.
"Kita tahu loyalitas prajurit korps marinir pada rakyat, pada bangsa, pada negara tidak perlu diragukan lagi," kata Jokowi lagi.
Ia mengingatkan, prajurit sejati adalah tentara rakyat, pejuang dan tentara profesional. Karena itu, korps marinir harus menjadi kekuatan terdepan menghadapi penganggu kesatuan dan persatuan bangsa.
Marinir juga, kata Presiden, yang menjadi perekat kemajemukan dan memiliki semangat pantang menyerah menjaga kesatuan negara republik Indonesia.
"Marinir ini perekat, dan pantang menyerah, menjaga kesatuan Indonesia," tutupnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: