Rangkul Ulama Dan Akademisi Dalam Penguatan Agama Dan Nasionalisme

Kamis, 03 Maret 2016, 21:33 WIB
Kecil Besar
rmol news logo Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk membentengi bangsa ini dari propaganda radikalisme dan ancaman terorisme. Tapi itu dirasa belum cukup, tanpa keterlibatan lembaga terkait, Ormas, dan semua unsur masyarakat didalamnya.

Pengakuan itu disampaikan Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (UI) Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi, MA Kamis (3/3).

"Semua harus sinkron dan tidak boleh jalan sendiri-sendiri. MUI, NU, Muhammadiyah harus dilibatkan secara nyata. Kerjasama antar lembaga ini harus dilakukan sejak awal agar semuanya berjalan konkrit, termasuk persiapan pembiayaannya," kata Luthfi.

Apalagi, kata dia, peran ulama dan akademisi tidak bisa dipisahkan dari pencegahan terorisme di Indonesia. Bahkan ulama dan akademisi bisa menjadi kunci dalam penguatan pemahaman agama Islam dan nasionalisme untuk menangkal propaganda paham radikalisme dan terorisme.
 
"Ulama dan akademisi  harus dirangkul dan dilibatkan secara nyata dalam membangun generasi bangsa agamis dan nasionalis," tandasnya.

Secara pribadi, Luthfi mengaku siap mendukung pelaksanaan program ini. Ia yakin para akademisi di seluruh Indonesia yang berkompeten pada masalah ini, juga mendukung program ini. Yang penting, BNPT terus memperbanyak dan mempererat hubungan dengan semua pihak yang terkait.
 
"Seperti penguatan melalui pesantren dan lembaga pendidikan, jangan hanya dilakukan observasi atau penelitian saja, tapi langsung dirangkul menjadi mitra dan dilakukan secara berkesinambungan. Artinya, ada komunikasi langsung antara BNPT dengan pesantren dan lembaga pendidikan, sehingga komunikasi tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan resmi saja," tandasnya.  [zul]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA