
. Polisi belum memastikan keterkaitan dua terduga teroris Isnaini Ramdhoni dan Abdul Majid yang ditangkap di Surabaya, Senin (20/1) malam dengan aksi peledakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Malang beberapa waktu lalu.
"Kami belum sampai pada kesimpulan," kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/1).
Menurut Boy, untuk kasus teror ATM di Malang masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Pihaknya sudah melakukan pengumpulan barang bukti, termasuk jenis bahan-bahan material yang digunakan untuk meledakkan ATM.
"Kita masih mengumpulkan serpihan-serpihan yang diletakkan di box dalam ATM. Kita juga sedang melakukan penelitian pada bahan material. Nanti kami coba konfirmasi dengan berbagai peralatan," jelasnya.
Pada Kamis dini hari 9 Januari lalu, bilik ATM milik Bank Mandiri di Jalan Kertanegara, Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur diledakkan oleh orang tak dikenal. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: