"Saya melihat sudah 99,9 persen. Alhamdulillah selesai. Hanya perlu sedikit-sedikit diperbaiki," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kesiapan wisma atlet Kemayoran menjelang pelakÂsanaan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi sempat melihat-lihat kamar yang nantinya akan ditempati para atlet peserta Asian Games.
"Saya lihat dari kamar ke kaÂmar itu juga mebelnya bagus, ruangannya juga bagus, dan liftnya juga bagus," kata dia.
Jokowi menyempatkan untuk mengelilingi kompleks wisma atlet. "Saya sampaiÂkan mengenai pohon-pohon, carilah pohon yang gede yang sudah jadi, sehingga saat tamu-tamu datang itu sudah kehiÂjauan tampak," kata dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan yang kurang dari tempat ini adaÂlah sarana untuk bersantai. Menurut dia, kursi-kursi yang berada di luar ruangan ukuranÂnya kecil.
Adapun soal ukuran tempat tidur yang sempat dikeluhÂkan atlet basket, kata Jokowi, masalah itu sudah diselesaikan. "Ada stool tambahan. Ada bed ditambah stool gitu (sehingga) cukup. Lebih dari cukup," ucapnya.
Selain itu, lanjut dia Jokowi berujar nantinya di tempat ini akan disiapkan ruangan khusus untuk atlet makan. Letaknya, kata dia, tidak di dalam geÂdung. "Dibuatkan hall yang tidak permanen, lebih bagus," ucapnya.
Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 di Indonesia (Inasgoc) Erick Thohir mengaÂtakan, fasilitas makan bagi atlet dijamin berkualitas. Salah satu masukan dari turnamen pemanasan adalah adanya makanan yang sesuai dengan asal negara tiap atlet. Erick mengatakan hal ini mungkin akan dipenuhi.
Meski begitu, Erick mengaÂtakan tetap akan ada sajian asli Indonesia di menu para atlet.
"Kami tetap ingin promosi makanan Indonesia. Masak, makanan asing terus? Mudah-mudahan ketemu titik temu dari yang kami servis dan nilai kepuasan atlet," ujarnya.
Masalah tertinggal terakhir adalah perkara lokasi makan bagi atlet. Lokasi yang direncanakan akan berada persis di sebelah Kali Sunter. Aroma tak sedap dari arah sungai masih tercium hingga lokasi makan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyataÂkan hal ini cukup mengganggu. Karena itu, ia mengatakan pihak pengembang akan segera memperbaiki hal itu.
"Salah satu usul tadi juga baÂgus. Nanti akan dilakukan rekayasa penggelontoran air yang akan didorong ke kaÂwasan Ancol," ucapnya.
Wisma Atlet Kemayoran memiliki 10 tower yang terbagi menjadi dua blok, yaitu D10 dan C2, yang masing-masing memiliki luas lahan 78.954 meter persegi dan 26.919 meter persegi. Wisma ini dibangun dengan anggaran mencapai Rp 3,4 triliun dan masa konstruksi 510 hari.
Wisma Atlet Kemayoran memiliki 10 tower yang terbagi menjadi dua blok, yaitu D10 dan C2 yang masing-masing memiliki luas lahan 78.954 meter persegi dan 26.919 meter persegi. Wisma ini dibangun dengan anggaran mencapai Rp 3,4 triliun dan masa konstruksi 510 hari. ***