Petenis Swiss, Federer, mengambil alih posisi Nadal di peringkat satu dunia ATP setelah mengalahkan Robin Haase di perempat final Rotterdam Terbuka pada pekan ini. Meskipun posisinya digeser, Rafael Nadal tak kesal kepada Federer.
Bahkan, petenis Spanyol terseÂbut mengirimkan pesan yang menyentuh kepada Federer. Seperti diketahui, Federer berÂhasil memecahkan rekor seÂbagai petenis pria tertua yang menguasai peringkat satu dunia, tepatnya pada usia 36 tahun.
Rekor sebelumnya dipegang Andre Agassi. Agassi berusia 33 tahun ketika menjadi petenis noÂmor satu dunia pada September 2003.
Petenis berjuluk FedEx terseÂbut dapat memperlebar keungÂgulan poinnya atas Nadal jika mampu mengalahkan Grigor Dimitrov pada babak final, tadi malam.
Pencapaian Federer terseÂbut benar-benar mengesankan. Selama 13 bulan sejak kembali dari cedera, dia mampu memeÂnangi tiga dari lima grand slam yang diikutinya. Nadal memuji sang rival yang sekali lagi berÂhasil membuktikan statusnya sebagai legenda di kancah tenis dunia.
"Roger Federer telah menunjukkan dengan baik apa itu (status legenda) dan tidak perlu kembali ke nomor 1 untuk membuktikannya," kata Nadal, seperti dilansir
Express. "Pada usianya, dia berhasil mencapai sesuatu yang sangat rumit dan kita harus memberÂinya selamat," sambung Nadal.
Petenis Spanyol itu berharap kembali terlibat dalam banyak pertarungan melawan Federer pada masa mendatang. "Federer dan saya melakukan apa yang kami bisa. Nanti akan datang hari ketika kami tak mampu melakukannya," kata Nadal.
"Sampai saat itu datang, saya dan Roger Federer akan memÂberikan yang terbaik dan melihat seberapa lama kami bisa berÂtahan," sambung Nadal.
Cukup lama penantian Roger Federer untuk kembali meÂrengkuh posisi sebagai petenis nomor satu dunia. Sekali menÂdayung, dua pulau terlampaui pantas disematkan pada petenis berusia 36 tahun itu.
"Saya akan menikmati saat ini, saya sudah memiliki segelas Moet & Chandon," kata juara Grand Slam 20 kali itu, dilansir
BBC. Federer terakhir kali berstatus peringkat pertama ATP World Tour pada 2012 silam seusai menjuarai turnamen Grand Slam di Inggris, Wimbledon. Kendati menikmati prestasinya saat ini, petenis asal Swiss itu menyeÂbut cukup terbebani dengan statusnya.
"Sepertinya saya adalah petenis tertua dengan predikat peringkat nomor satu dunia. Beberapa orang mengatakanÂnya padaku tetapi saya merasa agak berat mendengarnya," tulis Federer dalam akun @ rogerfederer. ***
BERITA TERKAIT: