Atalanta mampu mencuri gol cepat ketika pertandinÂgan baru memasuki menit 14. Umpan yang dilepaskan Josep Ilicic diselesaikan dengan baik oleh Andreas Cornelius.
Selang lima menit kemudian, Roma semakin dibuat terkejut. Atalanta menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah Marten de Roon mencetak gol.
Edin Dzeko memperkecil kekalahan timnya menit 56. Sayang Srigala Ibukota gagal menyamakan kedudukan, padaÂhal tim tamu sudah main dengna 10 orang sejak menit akhir babak pertama menyusul pengusiran de Roon.
Menanggapi hal ini, pelatih Roma, Eusebio Di Francesco mengungkapkan faktor kekalaÂhan timnya di markas sendiri. Awalnya para pemain Roma bermain baik di 10 menit awal.
"Kami memulai dengan baik dalam sepuluh menit pertama, tapi setelah Atalanta mencetak gol, kami terjatuh dan menjadi gugup," ujar Di Francesco.
"Kami tidak memiliki karaÂkter saat kami memiliki bola, kami ingin segera menyingkirÂkannya. Ini tidak harus terjadi karena kita klub sekelas Roma," tambahnya.
Pelatih 48 tahun itu menamÂbahkan, Roma harus memiliki karakter dan kekuatan untuk bermain dengan strategi lebih baik. Dia mengaku sangat tidak senang melihat permainan skuatÂnya di babak pertama.
"Para pemain harus memiliki karakter dan kekuatan untuk berÂmain dengan cara tertentu. Saya sama sekali tidak senang dengan tim di babak pertama. Mereka tidak melakukan apa yang telah kami kerjakan," imbuhnya.
Roma main tanpa Radja Nainggolan. Pria keturunan Indonesia itu dihukum karena merokok dan mabuk saat berpesÂta di malam tahun baru, meski sudah minta maaf. Gelandang tangguh Belgia itu pun kemuÂdian dicoret dari skuad Roma.
Nainggolan tampil impresif di Seri A musim ini setelah mencÂetak dua gol dan mencipakan tiga assist dalam 15 penampilan. Di Francesco tak yakin Nainggolan bisa membantu Roma mengubah hasil pertandingan.
"Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi (kalau Nainggolan bermain), tapi saya ingin menunjukkan bahwa Radja juga bermain saat kami kalah di musim ini," kata pelatiih Roma Eusebio Di Francesco di Football Italia.
"Suit membuat keputusan yang berdasarkan kedisplinan, etika dan profesionalisme. Anda harus membuat pilihan-pilihan yang sulit di dalam hidup untuk melakukan tindakan yang benar dan dari pertandingan berikutÂnya Radja akan lebih berseÂmangat daripada sebelumnya," tambahnya.
Roma turun ke peringkat kelima klasemen sementara denÂgan perolehan 39 poin hasil 19 pertandingan. Roma tertinggal satu angka dari rival sekotanya, Lazio di atasnya dan 11 poin dari Napoli di Capolista. ***
BERITA TERKAIT: