Pasalnya pada menit 74, penyerang Cagliari Leonardo Pavoletti tengah tergeletak di lapangan usai disikut oleh bek Juventus, Medhi Benatia, kala Bernadeschi mengeksekusi bola. Keputusan wasit itu pun memÂbuat pelatih Cagliari, Diego Lopez kecewa berat.
"Saya lebih suka bicara soal sepakbola. Tayangannya (peÂlanggaran Benatia) jelas bisa dilihat semua orang. Apa lagi yang bisa saya katakan?" ujar Lopez selepas pertandingan.
Tak cuma itu, Cagliari juga dirugikan oleh keputusan wasit yang tidak menghadiahi mereka penalti, ketika Bernardeschi, tak lama setelah mencetak gol bagi Juventus, menjatuhkan Simone Padoin di kotak terlarang.
"Saya salut dengan penampilan pemain saya. Mereka menampilÂkan intensitas, versatilitas, dan sikap bermain yang bagus. Kami memang menghadapi masalah ketika Paulo Dybala menerobos pertahanan kami, namun kami bermain bagus untuk membatasi pengaruhnya," tambah Lopez.
Di sisi lain, bek Juventus, Andrea Barzagli membela kepuÂtusan wasit atas dua kontroversi tersebut.
"Peraturan menyatakan bahÂwa wasit harus menghentikan pertandingan jika ada seseorang yang tergeletak karena cedera. Dia melihat situasinya dan memÂberi keuntungan. Kami bermain lebih baik pada momen itu dan mencetak gol," kata Barzagli.
Sedangkan pelatih Juventus Massimiliano Allegri mengakui bahwa Cagliari memang tidak pantas kalah dalam laga terseÂbut. Ia juga mengakui bahwa para pemainnya tidak bermain sebagus biasanya.
"Saya akan bilang bahwa Cagliari tidak pantas kalah hari ini. Teknologi VAR adalah alat yang dimaksudkan untuk mengurangi kontroversi. Tapi kenyataannya itu malah menambah kontroversi karena orang tidak bisa menerima keputusan wasit," ujar Allegri.
Dengan kemenangan ini, Juventus tetap berada di peringkat kedua denÂgan 50 poin, dan terus menempel ketat Napoli di puncak klasemen Seri Adengan selisih satu angka. Cagliari tetap menghuni urutan 16 dengan 20 poin. ***
BERITA TERKAIT: