Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti membeberkan alaÂsan timnya kesulitan kalahkan Pordenone di laga Coppa Italia. "Para pemain yang jarang bermain, kesulitan karena Pordenone punya kualitas di tenÂgah," ujar Spalletti dari
BBC Sports.
Meski tersingkir, kebanggaan tetap dirasakan oleh pelatih Pordenone Leonardo Colucci. Bagaimana tidak, Pordenone yang saat ini menempati peringkat lima klasemen Seri C mampu menahan Inter yang menguasai klasemen Seri A.
"Anak-anak bermain brilian, kami tidak kalah di pertandingan ini dan saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi," Colucci mengatakan kepada Rai seperti dikutip Football Italia.
"Membawa Inter sampai ke adu penalti seperti memenangi Coppa Italia bagi kami. Di babak adu penalti, saya bahkan berpikir kami bisa lolos, dan saya mengapresiasi semua yang punya keberanian untuk mengeksekusinya," katanya.
Spalletti mengistirahatkan mayoritas pemain inti mereka dalam pertandingan ini. Wajar saja Pordenone Calcio memang hanya berasal dari Seri C, dua kasta di bawah Inter.
Di sisi lawan Pordenone daÂtang dengan rencana matang untuk bertahan. Mereka nyaris tak meninggalkan area lapangan mereka sendiri. Para pemain Pordenone juga sangat disiplin dalam menerapkan taktik ini sehingga Inter nyaris tak mendapat ruang untuk menciptakan peluÂang di kotak penalti.
Meski lawan memarkir bus, Inter tetap tenang dalam membangun serangan mereka. Tak ada kesan terburu-buru karena Inter memang bebas memainkan bola dari kaki ke kaki.
Namun begitu masuk ke sepertiga akhir lapangan, penjagaan terhadap para pemain Inter menjadi sangat ketat. Bukan cuma man to man marking, zonal marking Pordenone juga sangat ketat sehingga Inter tak bisa melakukan kombinasi perÂmainan.
Di sisi lain, Pordenone hanya sesekali menÂgancam denÂgan membuang jauh bola dari pertahanan untuk dikejar satu penyerang merÂeka. Strategi ini tak efektif karena Inter bisa menaklukkan serangan satu peÂmain ini dengan mudah.
Situasi yang membuat Inter frustrasi ini berlangsung sampai waktu normal 90 menit usai. Laga pun harus dilanjutkan ke babak ekstra time. Namun meski Inter sudah memasukkan beberapa pemain inti mereka untuk menambah daya dobrak, tak ada gol yang tercipta sampai dua kali babak tambahan selesai.
Pertandingan akhirnya harus diselesaikan dengan adu penÂalti. Pada lima penendang perÂtama, kedua tim hanya bisa mencetak tiga gol. Penendang ketujuh Pordenone, Giulio Parodi gagalmenaklukÂkan Padelli dan Yuto Nagatomo yang menjadi penendang ketuÂjuh Inter sukses mencetak gol. Inter pun menang dalam adu penalti ini dengan skor 5-4. ***
BERITA TERKAIT: