Spurs musim ini sukses jadi juara Grup H di Liga Champions, mengungguli tim sekelas Real Madrid yang jadi runner-up dan Borussia Dortmund yang finis di posisi tiga. Hasil ini jadi peningkatan signifikan dari musim lalu, di mana mereka cuma finis ketiga di fase grup di belakang AS Monaco dan Bayer Leverkusen.
Tapi laju mengesankan di Liga Champions itu bikin Spurs harus berkorban lebih besar di liga. Sebelum menang 5-1 atas Stoke City, skuat besutan Mauricio Pochettino ini sempat tanpa keÂmenangan di empat pertandingan dua imbang, dua kalah.
Dengan rangkaian hasil negatif itu, anak-anak London utara ini tercecer dari persaingan gelar dan sementara ini duduk di poÂsisi lima dengan nilai 28 dari 16 pekan. Musim lalu, Spurs finis sebagai
runner-up.
"Musim lalu kami frustrasi karena kami sangat bagus di Premier League tapi seperti bencana di Liga Champions. Musim ini tim begitu bertekad untuk menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing di Liga Champions, dan ketika Anda menggabungkannya dengan Premier League, mungkin itu jadi sedikit gangguan," ungkap Pochettino dikutip
BBC. "Mungkin itulah alasannya. Tapi sekarang kami bisa cuma fokus ke Premier League dan memenangi laga-laga. Penting untuk bersiap menuju laga beriÂkutnya di hari Rabu," imbuh pria Argentina tersebut.
Setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar, Spurs baru akan memainkan pertandingan lagi di Liga Champions pada Februari mendatang. Pengundian babak ini akan digelar hari ini di markas UEFAdi Nyon, Swiss. ***
BERITA TERKAIT: