Vicente del Bosque pun meraÂsa bersalah. Maroko akan tampil di Piala Dunia 2018 setelah absen dalam empat gelaran teraÂkhir pesta sepakbola tersebut. Maroko ada di Grup B bersama Portugal, Spanyol, dan Iran.
Hal itu membuat Munir terÂtarik untuk membela Maroko. Penyerang kelahiran Madrid 22 tahun lalu itu memang memiliki darah Maroko dari ayahnya.
Akan tetapi, dengan regulasi saat ini keinginan Munir terseÂbut sulit terwujud. Masalahnya, ia sudah pernah tercatat memÂbela timnas senior Spanyol. Ia punya satu caps saat main seÂlama 13 menit pada September 2014 lalu.
"Saya gagal paham kenapa durasi singkat dengan timnas Spanyol itu kini berdampak pada diri saya sekarang," ujar Munir kepada media Maroko Assabah yang dikutip AS.
Menurut AS, Federasi Sepakbola Maroko pun sebenarnya juga menaruh minat terhadap Munir. Tapi lagi-lagi minat itu terbentur pada regulasi.
Hal itu pada prosesnya memÂbuat Del Bosque turut merasa bersalah. Bukan apa-apa, pria 66 tahun itulah yang dulu memberi debut buat Munir di timnas seÂnior Spanyol.
"Saya pikir itu situasi yang rumit karena dulu saya yang memberinya debut internasional dan saya pun berharap otoritas bisa lebih fleksiÂbel," ujar Del Bosque.
"Saat itu ia masih masih main di timnas U-21 (Spanyol) dan kami punya masalah cedera terÂhadap Diego Costa sehingga memanggilnya. Saya kini merasa bersalah karena saya yang memÂberinya kesempatan main dengan La Roja," tuturnya. ***
BERITA TERKAIT: