Selain itu, kemenangan ini juga membidik gelar ke-94 serta gelar ke-27 di turnamen level Masters 1000. "Tak saya sangka, saya hampir menuntuskan level sempurna dalam karir profeÂsional saya. Memenangi begitu bagitu banyak titel impian semua petenis. Apalagi bisa menambah titel yang telah tersedia," kata petenis asal Swiss itu.
Federer pun mengaku, tujuan bertenis tak lain hanya untuk meÂmenangi titel. "Saya tak jumawa dinisbahkan sebagai petenis nomor satu dunia. Hanya bonus kalau saya diklaim demikian. Terpenting saya bisa dapat banyak gelar," jelas Federer.
Federer menganggap jika dirinya bisa seperti Lindl adaÂlah sebuah kebanggan buatnya. "Lendl merupakan legenda tenis. Pencapaian yang dia torehkan sangat luar biasa. Titel begitu numpuk dan saya coba mengiÂkuti jejaknya," ungkapnya.
Jika berhasil menjadi juara, Federer akan menyamai pencaÂpaian Ivan Lendl dalam daftar peraih gelar terbanyak di Open Era. Lendl, eks pemain Ceko yang kemudian dinaturalisasi AS juga meraih 94 gelar dalam era yang sama.
Sedang dari sektor tunggal putri, Mantan petenis nomor satu dunia, Caroline Wozniacki, lolos ke final Sloane Stephens. Petenis Denmark itu selanjutÂnya akan bertemu dengan Elina Svitolina.
Wozniacki menang dua set langsung atas Stephens pada pertandingan semifinal di Aviva Centre, Toronto, Kanada. Dia mengalahkan petenis Amerika Serikat itu dengan skor 6-2 dan 6-3 dalam waktu satu jam dan 23 menit.
Lawan yang akan dihadapi Wozniacki di final, dinihari tadi WIB adalah Svitolina. Petenis Ukraina itu lolos ke partai punÂcak setelah menumbangkan juara bertahan Simona Halep 6-1 dan 6-1.
Kemenangan tersebut adalah pembalasan Svitolina atas kekaÂlahannya dari Halep di peremÂpatfinal Prancis Terbuka lalu. Saat itu, Svitolina sudah nyaris menang, tapi akhirnya kalah dramatis dari petenis Rumania itu dalam tiga set.
Wozniacki dan Svitolina seÂjauh ini baru bertemu dua kali. Dua pertemuan itu dimenangi oleh Svitolina, di mana perÂtemuan terakhir terjadi di final Dubai Tennis Championships tahun ini. ***
BERITA TERKAIT: