Duel ini bahkan turut menyita perhatian Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, yang mengaku punya catatan tersendiri jelang duel nanti.
Kata dia, McGregor merupakan atlet muda yang cukup tangguh dalam urusan MMA. Namun di atas ring, Diaz menilai Mayweather Jr akan menjadi pemenangnya karena memiliki rekor 49 bertanding tanpa terkalahkan. Mayweather juga memiliki kecerdasan dalam bertinju. Jadi di atas kertas Mayweather akan lebih mudah mengatasi McGregor.
"Karena sudah jelas ia unggul dari sisi teknik, pengalaman, dan sudah membuktikan dengan mengalahkan beberapa petinju yang hebat dan terkenal. Tapi pertandingan ini sepertinya tidak ditutup dengan kemenangan KO," ungkapnya, Jumat (21/7).
Lebih lanjut, Diaz yang mengaku menyukai olahraga tinju dan juga memiliki sasana MMA di Jakarta menjelaskan bahwa Mayweather adalah petinju defensive, sedangkan McGregor dengan jab kiri yang kuat adalah petarung agresif.
Mayweather selalu mengalami kesulitan melawan petinju southpaw agresif seperti Zab Judah dan Manny Pacquiao. Tapi kendala juga akan dialami McGregor, yaitu penggunaan sarung tinju yang dua kali lebih berat daripada sarung tangan MMA, sehingga akan berdampak kepada kecepatan tangan McGregor.
Meski pada saat promosi pertandingan keduanya saling melampiaskan kebencian, bagi Diaz itu adalah hal yang lumrah dan menjadi daya tarik bisnis cabang tinju dan MMS. Namun sesungguhnya ia yakin olahraga keras baik tinju dan MMA tetap mengajarkan nilai sportivitas antara satu dengan yang lainnya.
"Itu prinsip yang diajarkan oleh para pelatih di tinju maupun di MMA. Yang menang tidak akan jumawa dan yang kalah juga tidak lantas berkecil hati. Semoga bangsa kita juga mencontoh nilai positif yang terkandung di dalam olahraga," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: