Selain memiliki nilai gizi tinggi, ikan juga mudah diolah menjadi beragam hidangan sahur dan berbuka yang lezat, praktis, serta ramah bagi anak-anak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan variasi sumber protein kepada masyarakat.
Menurutnya, ikan bukan sekadar alternatif, melainkan dapat menjadi pilihan utama protein keluarga.
“Kami ingin mengajak masyarakat melihat ikan bukan hanya sebagai pilihan kedua, tetapi sebagai sumber protein yang sehat, segar, dan bernilai gizi tinggi. Ini bagian dari edukasi pola konsumsi seimbang,” kata Antiek dikutip
Kantor Berita RMOLJatim, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia memastikan ketersediaan bahan pangan selama Ramadan 2026 dalam kondisi aman dan terkendali.
Pasokan ikan di pasar tradisional maupun sentra perikanan relatif stabil sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Ketersediaan bahan pangan tercukupi. Kami juga mendorong warga memanfaatkan potensi perikanan yang melimpah sebagai sumber protein keluarga. Ini sekaligus membantu menjaga keseimbangan belanja rumah tangga tanpa mengurangi kualitas gizi,” jelasnya.
Antiek menambahkan, capaian tersebut sejalan dengan prestasi Surabaya yang pada 2024 berhasil meraih penghargaan sebagai kota dengan angka konsumsi ikan tertinggi.
Lanjut dia, keberhasilan itu menjadi motivasi bagi Pemkot Surabaya untuk terus menguatkan edukasi dan kampanye gemar makan ikan di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut juga sejalan dengan Gerakan Gemar Makan Ikan yang terus digencarkan Pemkot Surabaya, selaras dengan program KKP.
“Kampanye ini menyasar seluruh jenjang usia, mulai dari anak PAUD hingga SMA, serta menyentuh para ibu, khususnya yang memiliki balita dan anak berisiko stunting,” imbuhnya.
Edukasi diberikan melalui pelatihan pengolahan ikan menjadi menu yang lebih menarik dan mudah dikonsumsi anak-anak.
Selama ini, sebagian anak kurang menyukai ikan karena duri yang menyulitkan. Karena itu, ikan diolah menjadi bentuk lain seperti bakso ikan, nugget, abon, dimsum, hingga sempol berbahan lele, sehingga lebih praktis dan diminati.
“Ikan memiliki kandungan protein tinggi, omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk pertumbuhan serta perkembangan otak anak. Jika diolah dengan kreatif, anak-anak justru akan menyukainya,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: