Petenis Rusia itu menderita cedera otot paha saat mengikuti turnamen di Roma, Italia bulan lalu. Padahal, Sharapova dijadÂwalkan untuk tampil di turnaÂmen pemanasan Wimbledon di Birmingham.
Sharapova sendiri mesti meÂmulai Wimbledon dari babak kualifikasi karena peringkat yang masih rendah. Namun, keinginan Sharapova untuk naik panggung di turnamen Grand Slam pertamanya di 2017 mesti ditunda.
"Setelah melakukan pemindaian lanjutan, robekan otot yang kualami di Roma tidak memÂbiarkan diriku bertanding di turnamen-turnamen lapangan rumput," tulis Sharapova di laman Facebook-nya, yang diÂlansir
Sky Sports.
"Aku ingin berterima kasih kepada LTA (Otoritas Tenis Britania Raya) atas dukungan merÂeka yang menakjubkan terhadap comeback-ku dan memberikan wildcard di Birmingham, turnaÂmen yang kuharap akan dihadiri banyak penonton. Aku menantiÂkan pertemuan kembali dengan kalian pada tahun depan."
Dengan demikian, Sharapova baru akan meneruskan
comeÂback-nya dari skandal doping di musim lapangan keras. Sharapova akan kembali mengayun raket di Stanford, akhir Juli. "Aku akan meneruskan proses penyembuhan cedera ini dan turnamenku selanÂjutnya adalah
Stanford," demikian Sharapova.
Absennya Sharapova di musim lapangan rumput mengancam partisipasinya di AS Terbuka. Petenis berusia 30 tahun itu tidak memenuhi syarat untuk ke AS Terbuka secara langsung sehÂingga mesti kembali bergantung pada wildcard.
Sementara itu Jelena Ostapenko mengukir sejarah di Prancis Terbuka. Dia sukses menÂjadi juara setelah mengalahkan Simona Halep 4-6, 6-4, 6-3 di final Roland Garros kemarin malam WIB.
Sebelumnya Jelena merupakan petenis yang tidak diunggulÂkan. Pasalnya, ranking keduanya sangat jauh berbeda. Jelena hanya duduk di posisi 47 dunia, sedangkan Halep petenis tiga besar dunia. Terlebih Jelena merupakan petenis non-ungguÂlan pertama yang lolos ke final tunggal putri Prancis Terbuka dalam 34 tahun terakhir.
Terakhir kali, petenis putri nonunggulan melaju ke partai puncak Roland Garros terjadi pada 1983. Kala itu, di final Mima Jausovec kalah dari Chris Evert di final tunggal putri Prancis terbuka pada 1983. "Saya tak percaya bisa juara di Roland Garros di usia 20 tahun. Saya senang sekali berada di sini," kata Jelena seperti dikutip telegraph.
Jelena pernah menyabet gelar Wimbledon junior dan meraih 7 gelar ITF. Petenis yang berpostur 177 sentimeter itu mulai terjun ke kejuaraan profesional pada tahun 2014. Gelar juara yang direngkuhnya, merupakan kado terindah yang didapatnya, mengÂingat Kamis lalu Jelena genap berusia 20 tahun. ***
BERITA TERKAIT: