Rasa kepercayaan Djokovic melambung karena merasa dalam kondisi yang amat bagus. Dia berusaha melewati paruh kedua tahun 2016 dengan buruk.
Petenis Serbia itu tersingkir di babak ketiga Wimbledon, Djokovic kemudian terhenti di babak pertama Olimpiade dan kalah dari Stan Wawrinka di final Amerika Serikat Terbuka. Sampai akhirnya, Djokovic kehilangan predikat sebagai petenis nomor satu dunia.
"Saya merasa fenomenal. Mengingat memori yang saya punya di sini dan hasil-hasil di masa lalu, saya senang kemÂbali," katanya.
Dia bertekad untuk memÂpertahankan gelarnya sekaliÂgus meraih titel nomor tujuh. Djokovic sudah enam kali juara di Australia Terbuka, termasuk dalam dua tahun terakhir. "Tahun ini mungkin saya akan merebut gelar juara ketujuh. Meski terÂdengar bagus, tapi saya bukan ahli dalam angka," ujarnya.
Selain itu, Djokovic juga antusias menyambut kembali riÂvalitasnya dengan Andy Murray yang di akhir 2016 merebut takhta peringkat satu dunia dari tangannya.
Di awal tahun ini, keduanya sudah berduel di final Qatar Terbuka yang dimenangi Djokovic lewat pertarungan sengit sepanjang tiga set dengan skor 6-3, 5-7, 6-4. ***
BERITA TERKAIT: