Ke-12 orang penumpang perahu rakyat itu ditemukan terombang ambing di laut kurang lebih 10 mil dari Pelabuhan Waisai dan 22 mil dari pelabuhan Sorong. Pada saat kejadian (Minggu, 25/12(, cuaca di perairan Sorong kurang baik dengan tinggi gelombang mencapai 1-2 meter dan kecepatan angin mencapai 10 knot.
Penemuan itu berawal dengan adanya data dan informasi yang ditangkap oleh radar Kapal Patroli KPLP KN. 361.
"Kemudian adanya reaksi cepat tanggap petugas kapal KPLP, maka 12 orang penumpang akhirnya bisa diselamatkan semua," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Tonny Budiono, sebagaimana dilansir
JPNN (Senin, 26/12).
"Ke 12 korban perahu rakyat terbalik merupakan wisatawan yang baru saja kembali dari Raja Ampat menuju Sorong, namun kondisi cuaca yang tidak baik sehingga terjadilah peristiwa itu," sambung Tonny.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.