Demikian disampaikan Ketua Umum PB PABBSI, Rosan P Roslani di sela-sela pembukaan Rakernas dalam rangka membahas evaluasi 2016 termasuk program untuk meraih emas Olimpiade 2020. Dia berharap bonus ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk tampil jauh lebih baik lagi di tahun mendatang.
Rakernas dihadiri Menpora didampingi Ketua KONI Pusat Tono Suratman, Ketua Satlak Prima Ahmad Sutjipto, Ketua Umum PB PABBSI Rosan P Roslani dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto. Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Menpora. Rakernas juga membahas agenda kerja serta kegiatan induk organisasi untuk tahun depan.
Dalam Rekernas tersebut digelar pula momen penyerahan bonus rumah secara simbolis oleh Menpora dan Ketua Umum PB PABBSI kepada kepada dua lifter peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
"PB PABBSI memberikan apresiasi nyata dari PB kepada atlet yang berprestasi. Kami berharap kedua atlet tetap terpacu untuk mencetak hasil tertinggi, baik di Asian Games 2018 atau Olimpiade Tokyo 2020. Terutama bagi Sri yang masih berusia muda dan menjadi harapan bangsa," kata Rosan Jakarta, Selasa malam (20/20).
Ditambahkan, regenerasi tentu harus dilakukan dari sekerang. Oleh sebab itu, selama setahun ini PABBSI meningkatkan pertandingan bagi remaja yang tadinya hanya setahun sekali menjadi setahun dua kali.
"Untuk binaraga kita akan mulai lagi pada tahun 2017 yang sempat vakum," ujarnya.
PABBSI juga memberikan penghargaan kepada pelatih dan atlet angkat berat putri. Salah satunya, Sri Hartati, yang telah lima kali meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Berat. Termasuk di ajang terakhir yang berlangsung di Orlando, Amerika Serikat, November lalu, saat Sri meraih dua medali emas di kelas 57 kg. Berkat prestasi tersebut, Sri meraih tiket bertanding di ajang World Games 2017 di Polandia.
[ysa]