Ikut meramaikan acara para olympian seperti Susi Susanti, Alan Budikusuma, Taufik Hidayat, David Yacob, dan lainnya, serta juga diikui pegawai dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga, siswa SKO Ragunan, mahasiswa UNJ serta sekolah disekitar Taman Mini Indonesia Indah.
Dalam sambutannya, Imam Nahrawi menyampaikan bahwa museum olahraga bukan semata-mata tempat penyimpanan memori perjuangan dan perkembangan olahraga Indonesia, tetapi dapat dimaknai sebagai perjuangan mereka dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas olah raga internasional.
"Hal ini tentu memotivasi kita semua khususnya para generasi muda Indonesia untuk bisa berlomba-lomba, mempersiapakan diri, menggali potensi dan mengembangkan bakat dalam ikut serta mengharumkan dan mengibarkan bendera Indonesia di pentas internasional," ujar Imam.
Lanjutnya, bangsa yang besar adalah dapat menghargai jasa pahlawannya. Museum merupakan bentuk penghargaan kepada jasa-jasa mereka yang telah menorehkan prestasi dan memberikan yang terbaik mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
Menurut Imam Nahrawi, ke depan museum juga akan dilengkapi dengan koleksi dan informasi tentang olah raga tradisional di Indonesia. Sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan tidak hanya lokal namun juga wisatawan mancanegara.
"Saya berharap kegiatan Gebyar Museum Olah Raga Nasional ini bisa menjadi agenda tahunan. Dengan tujuan untuk memasyarakatkan olah raga dan mengolah ragakan masyarakat, sehingga generasi muda Indonesia menjadi sehat dan bugar," jelasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: