Ketua Panitia Pelaksana TAFISA Games 2016 Jakarta, Hayono, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan permainan tradisional yang luar biasa, namun selama ini kurang perhatian yang sepatutnya.
"Ini adalah awal kebangkitan olahraga tradisional tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia,†ujar Hayono di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu, (12/10).
Hayono menambahkan, dunia sangat mengapresiasi kekayaan permainan tradisional Indonesia. Ragam permainan yang berasal dari berbagai provinsi disebutnya sebagai harta karun permainan tradisional.
Antusiasme masyarakat datang dari komunitas-komunitas olahraga masyarakat. Meski saya akui saat ini Tafisa belum terlalu dikenal, saya yakin ini akan semakin membuka harta karun kita,†lanjutnya.
Dengan berakhirnya TAFISA Games 2016, Ia berharap olahraga komunitas mendapatkan perhatian yang lebih, sepulangnya mereka ke daerah masing-masing. Bukan hanya melestarikan permainan tradisional, komunitas olahraga masyarakat juga akan makin besar dan berkembang.
Saya yakin permainan tradisional akan nendang setelah TAFISA ini. Mudah-mudahan Pemerintah Kota dan Kabupaten lebih memerhatikan mereka,†tutup Hayono.
TAFISA GAMES 2016 berlangsung sejak 6 Oktober lalu. Dalam kurun enam hari, beragam olahraga rekreasi dan tradisional dipertandingkan di berbagai lokasi di Jakarta. Lebih dari 32.000 peserta dari 83 negara, dengan rentang usia anak-anak hingga lansia turut berpartisipasi menampilkan keahlian mereka di ajang tersebut.
[ysa]