Pada final Rabu siang, atlet berusia 36 tahun itu berhasil mengalahkan pembalap andalan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Uyun mengumpulkan nilai tertinggi setelah berputar sebanyak 48 race atau mengeliling velodrome sepanjang sekitar 14,4 kilometer," kata manajer tim balap sepeda DKI Jakarta, Tomy Rizky Adriani.
Tomy menambahkan, sebenarnya nomor ini bukan nomor andalan Uyun namun pembalap senior yang malang melintang di perlombaan internasional baik tingkat Asia Tenggara atau Asia itu tetap diturunkan.
"Uyun kami turunkan karena DKI Jakarta sebelumnya hanya menerima perak. Nomor dia sebenarnya jarak pendek 500 meter atau sprint, tetapi Uyun kita turunkan lantaran DKI Jakarta apes di beberapa lomba sebelumnya," papar Tomy.
"Alhamdulillah, ternyata hasilnya bagus, Uyun berhasil menjadi nomor satu sehingga mendapatkan emas," jelasnya.
Sementara itu, pada bagian final putra nomor keirin, DKI Jakarta memperoleh perak yang disumbangkan oleh Ruly Ibnu. Di nomor ini, emas disabet oleh atlet balap sepeda dari Yogyakarta, perak DKI Jakarta, dan perunggu diperoleh Kepulauan Riau.
[wid]
BERITA TERKAIT: