"Ini inisiasi yang bagus. Ini harus dikembangkan, harus diteruskan dan dimassalkan, tidak hanya di pengurus pusat tapi juga disemua daerah harus kita dorong," ujar Menpora.
Menurut Menpora, permainan biliar jangan hanya dijadikan hobi belaka. Setiap permainan, khususnya biliar harus didorong untuk mengembangkan dan memunculkan atlet-atlet yang berprestasi dan handal.
"Jadi tidak hanya menjadi hobi tapi mendorong agar muncul atlet-atlet biliar yang berprestasi," pungkasnya.
Setelah menyampaikan pidatonya, Menpora dan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menjadi pembuka Kick Off turnamen biliar ini. Dalam permainan biliar itu, Gus Tutut-Yaqut Cholil Qoumas mengalahkan Menpora dengan skor 2:1. Menpora mengakui jika Gus Tutut cukup pintar bermain biliar.
"Pasti lebih jago dari sayalah. Salut sama ketua umum kita. Dia bisa menang 2:1. Jadi saya kalah dan tentu kemenangannya dengan startegi yang hebat dan menunjukkan beliau sering main," puji Menteri Imam sambil tertawa.
Setalah menjadi pemuka kick off, Gus Tutut menyampaikan penyelenggaraan turnamen biliar yang dikuti sekitar 73 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan karena Ansor ingin merubah stigma masyarakat tentang permainan biliar. Dia mengaku gelisah ketika permainan biliar distigma negatif.
"Terus terang kita ini gelisah dengan stigma negatif ini. Dengan kita bawa permainan biliar ini ke Ansor mudah-mudahan stigma negatif itu hilang dengan sendirinya," kata Gus Tutut
Dia yakin bahwa turnamen biliar yang digelar Ansor dengan tema Merajut Prestasi Membangun Negeri†dan akan berlangsung selama empat hari, mulai 6-9 September 2016 ini akan disambut positif oleh masyarakat luas, khusunya kia-kiai di seluruh Indonesia.
"Ansor ini isinya kiai-kiai semua, kiai-kiai muda semua," sebut Gus Tutut yang juga anggota Komisi VI DPR RI itu.
Menurut Gus Tutut, permainan biliar ini tidak hanya dapat diselenggarakan di arena yang sudah disedikan biliar, seperti di mall atau Gelanggang Olahraga (GOR). Tapi di sekitar tempat-tempat ibadah, permainan biliar juga bisa diselenggarakan.
"Di depan kita bertanding ini juga ada Masjid. jadi biliar itu juga bisa kok main dekat-dekat masjid. jadi stigma negatif itu kita hapus pelan-pelan," katanya.
[wid]
BERITA TERKAIT: