Menurut JK, kelanjutan proyek Hambalang telah disetujui oleh Presiden Jokowi. Konsepnya akan sedikit bergeser menjadi sekolah guru olahraga atau fakultas keolahragaan Universitas Negeri (UNJ) Jakarta yang dikelola Kementerian Ristek dan Dikti.
"Konsepnya sedikit diubah, kita bangun ini, diselesaikan, cukup untuk perguruan tinggi olahraga. Sehingga guru-guru olahraga tidak hanya belajar di papan tulis, tapi juga di lapangan. Guru olahraga tidak teoritis, itu konsepnya," kata JK.
JK menjelaskan, prestasi Indonesia di Olimpiade 2016 menambah tekad pemerintah melanjutkan proyek yang terhenti sekitar lima tahun terakhir itu. Indonesia yang berpulau-pulau maka setiap daerah memiliki kelebihannya masing-masing. Sayangnya, Indonesia masih kekurangan guru olahraga untuk melihat bibit-bibit atlet nasional yang unggul.
"Olahraga itu akan maju karena ada atlet, pelatih dan ada guru olahraga. Maka kita butuh guru olahraga, siapa yang melihat bibit-bibit (atlet) itu kalo bukan guru olahraga yang terlatih," ujar Wapres JK saat meninjau proyek Hambalang didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Minggu (4/8).
Disinggung angaran kelanjutan proyek Hambalang, JK hanya menyebut, nantinya tetap mengunakan dana multiyears seperti sebelumnya.
Berdasarkan hasil audit fisik dan konstruksi proyek Hambalang oleh Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan BPKP, Menpora Imam Nahrawi,ternyata tetap bisa dilanjutkan dengan perbaikan.
"Tanah di bukit Hambalang cukup kuat untuk menahan bangunan tinggi, namun perlu diatur ulang saluran air, serta bangunan yang sudah hampir jadi saat ini, harus dikurangi satu tingkat," jelasnya.
"Pokoknya nanti jadi dibangun ini," kata JK menjamin.
[wid]
BERITA TERKAIT: