Sebelum meraih medali emas, petenis 29 tahun itu dipaksa kerja keras oleh Del Potro, dan melalui ralÂly panjang yang berakhir empat set.
Sempat lengah di set pertama, tapi pukuÂlan backhand Murray, sukses mengakhiri set pertama dengan skor 7-5. Di set kedua Del Potro ganti menekan Murray, dan mengambil alih kemenangan dengan skor 6-4. Pada set kedua Murray bangkit dan berbalik menang 6-2. Baru di set keempat pertandingan dramatis dan epik terjadi, laga kian menarik untuk disaksikan pecinta tenis dunia.
Break, break, dan
break terjadi di set keempat, hingga Del Potro sempat terÂjatuh mengenai
net. Maraton panjang itu pun berakhir dengan kemenangan Murray, dengan kedudukan 7-5.
Tak seperti babak-babak sebelumnya yang memakai format
best-of-three, babak final tenis tunggal putra memakai format
best-of-five.
Murray menjadi petenis pertama yang sukses mempertahankan medali emas Olimpiade di nomor tunggal. Empat tahun lalu, dia juga meraih medali emas di Olimpiade London.
Kegemilangan Murray melengkapi rentetan medali emas Kontingen Britania Raya, di mana sebelumnya Bradley Wiggins memenanginya di ajang balap sepeda, diikuti Mo Farah di caÂbang olahraga lari. Prestasi dua atlet itu mengantarkan Briatia Raya menyodok ke posisi kedua perolehan medali sementara dengan jumlah 38 yang terdiri 15 medali emas, 16 perak, dan 7 perunggu.
Sementara bagi Del Potro, medali perak di Olimpiade Rio 2016 menjadi tanda dia telah kembali ke performa terbaik.
Sementara, petenis nomor satu dunia Rafael Nadal harus pulang tanpa medali dinomor tunggal. Usai dikalahkan Kei Nishikori dalam perebutan medali perunggu. ***