Harapan Emas Di Tangan Owi/Butet

Olimpiade Rio

Selasa, 16 Agustus 2016, 09:36 WIB
Harapan Emas Di Tangan Owi/Butet
Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir/Net
rmol news logo Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi tumbal laju Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir usai melakoni perang saudara di perem­pat final Olimpiade, kemarin.

Praveen/Debby takluk dengan skor akhir 16-21 dan 11-21 di tangan kompatriot mereka yang biasa disapa Owi/Butet.

Meski tak bisa menutupi kekecewaannya, Jordan/Debby mengaku puas. Apalagi kekalahannya terjadi usai menghadapi rekannya sendiri. Artinya, satu tiket semifi­nal ada untuk Indonesia.

"Permainan tadi banyak kalah di return service yang nggak akurat. Olimpiade buat saya bisa jadi pelajaran berharga dan pengalaman saya untuk bisa menghadapi turnamen besar kedepannya," kata Praveen.

"Kami latihan bareng, sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan. Dan memang harus saya akui mereka main lebih baik," jelas Debby.

Ada kesedihan di ajang berse­jarah ini, karena Olimpiade 2016 kali ini akan menjadi Olimpiade pertama dan terakhirnya. Debby merupakan pemain yang cukup senior yang masih berkiprah di pentas bulutangkis dunia.

Sekalipun kalah, penampilan Praveen/Debby di Olimpiade ka­li ini pun patut diacungi jempol oleh pelatih Richard Mainaky.

"Penampilan sudah sesuai dengan ekspektasi saya. Sayang mereka harus ketemu teman sendiri di babak ini. Jordan/Debby bisa mengatasi ketegan­gan untuk pertandingan sekelas olimpiade," kata Richard.

Di semifinal, Owi/Butet akan menghadapi unggulan pertama asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Owi/Butet terakhir kali menang melawan peringkat satu dunia itu di ajang All England. Dari 18 pertemuan, ganda cam­puran Garuda menang lima kali.

Sementara itu pelari Afrika Selatan, Wayde van Niekerk, membuat rekor baru dalam nomor lari 400 meter. Wayde berhasil mencatatkan waktu 43,03 detik. Dia memangkas rekor Michael Johnson yang telah bertahan 17 tahun, yaitu 43,18 detik.

"Saya memimpikan medali ini sejak lama. Saya berterima kasih kepada Michael Johnson untuk memberikan contoh yang sangat hebat bagi kami. Saya melakukan yang terbaik malam ini," kata van Niekerk kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.

Johnson sendiri tercengang melihat pencapaian Niekerk dan rela melihat rekornya dipecahkan. Berlari dengan luar biasa di jalur de­lapan, juara dunia berusia 24 tahun itu langsung melesat meninggalkan lawan-lawannya dan kemudian semakin menambah kecepatan. "Ya Tuhan! Dari jalur delapan, sebuah rekor dunia. Saya belum pernah melihat kecepatan seperti itu," kata Johnson. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA