Kepala kontingen DKI Laksamada Djamhuron P Wibowo menyatakan, cabor atletik merupakan salah satu yang menjadi unggulan DKI untuk mendulang medali emas.
Alasannya sederhana, karena saat ini, DKI sedang berada pada puncak pembinaan terbaik sepanjang sejarah atletik. Nah, pada PON XIX/2016 di Jawa Barat nanti, DKI paling banyak mengirim atletnya ketimbang daerah lain, yakni mencapai 42 atlet.
Nah, bicara mengenai target, Djamhuron menegaskan kalau atletik setidaknya meraih 10 medali emas. "Pada PON Riau kami cuma target enam emas. Ini jadi peningkatan," katanya di lapangan atletik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin (3/5).
Djamhuron menyebut target tinggi itu tidak membebani atlet. Sebab, DKI Jakarta kini sebagai barometer pembinaan prestasi olahraga Tanah Air.
"Jadi harus selalu terdepan dari provinsi lain. Dan ini juga tantangan buat mereka buat unjuk Gigi," tegasnya.
Sementara itu, atlet yang turun di nomor lompat tinggi Nadia Anggraeni optimistis bisa memberikan medali emas buat DKI. Semangat perempuan berkerudung itu sekarang juga sangat tinggi.
Sebab, ketika mengikuti kejuaraan di Singapura Open akhir bulan lalu, mahasiswi UNJ itu berhasil tampil memukau. Yakni bisa memecahkan rekor 27 tahun yang belum terpecahkan.
"Dulu itu rekornya 177, kemarin saya pecahkan jadi 179," ungkapnya bangga.
Nah, mengenai kekuatan lawan di PON nanti, Nadia menyebut kalau atlet tuan rumah Jabar menjadi yang paling diwaspadai. Karena di nomor lompat tinggi, Jabar diketahui memiliki atlet yang berkualitas. "Di PON Riau lalu juga mereka yang juara. Tapi saya optimistis bisa mendapat emas," tegasnya lantas tersenyum.
[wid]
BERITA TERKAIT: