Sarana dan prasarana sport science di Victoria University merupakan salah satu yang terbaik di Australia. Didampingi oleh Kepala Konjen RI untuk Victoria dan Tasmania, Dewi Savitri Wahab beserta perwakilan mahasiswa PhD Indonesia di Melbourne, Menpora menyimak paparan dari Prof. Hans Westerbeek, dekan College of Sport & Exercise Science.
Pada kesempatan ini dipaparkan bahwa perkembangan olah raga di negara maju pada era modern sekarang. Prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh bibit-bibit atletnya namun juga
sport science yang diterapkan pada metode pelatihannya.
"Indonesia memiliki peluang yang besar untuk pengembangan Olahraga melalui pelatihan dan penelitian. Sebuah Prestasi pastinya memerlukan biaya yang besar, namun dengan (penerapan)
sport science anggaran yang terbatas memungkinkan untuk meraih prestasi terbaik," kata Menpora yang juga menyampaikan permohonan agar Victoria University dapat membantu Indonesia untuk pengembangan Sport Science di Indonesia.
Pihak Victoria University menyambut baik ajakan dari Menpora. Pada pertengahan April 2016, Mr. Dawkins didampingi beberapa stafnya akan berkunjung ke Indonesia untuk mengadakan roadshow ke lima kota di Indonesia. Yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Bandung.
Menanggapi rencana kunjungan tersebut, Cak Imam mengharapkan agar ditandatangani Letter of Intent (LOI) sebagai awal untuk menyusun MoU dalam pengembangan keolahragaan di Indonesia khususnya di bidang Sport Science.
Setelah mendengar pemaparan, Menpora kemudian diajak berkeliling Kompleks Sport Science Victoria University seperti altitude room, chemical room, serta altitude hotel.
Altitude room dan hotel merupakan sarana bagi atlet untuk beradaptasi dengan daerah yang memiliki kadar oksigen rendah, sehingga tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk berlatih aklimatisasi ke negara dengan kadar oksigen rendah seperti Bolivia. Dengan demikian, lebih efisien dan efektif.
[wid]
BERITA TERKAIT: