Peterhansel dipastikan keÂluar sebagai pemenang Reli Dakar 2016 setelah etape teraÂkhir tuntas digelar di Rosario Argentina kemarin pagi WIB. Dia tak masuk posisi tiga besar di etape tersebut, namun cataÂtan waktunya sudah tak lagi terkejar oleh para pesaing.
Dari total 13 etape yang digelar sejak 2 Januari lalu, Peterhansel mencatat waktu 45 jam, 22 menit dan 10. Pebalap yang memperkuat Team Peugeot Total itu unggul 34 menit dan 58 detik dari Nasser Al-Attiyah yang merupakan juara tahun lalu dan kini harus puas jadi runner up.
Sementara posisi tiga katÂegori mobil menjadi milik Giniel de Villiers. Bersama co-driver Dirk von Zitzewitz, Villiers mencatat waktu 46 jam, 24 menit dan 57 detik.
Ini merupakan gelar keenam Peterhansel di ajang Reli Dakar nomor mobil. Jika di total dia sudah 12 kali memenangi reli ketahanan paling populer itu, sedang enam kemenangan lainÂnya dia raih di nomor motor.
"Terlalu dini untuk memÂbicarakan masa depan. Satu hal yang pasti, meraih jumlah kemenangan yang sama dari motor dan mobil adalah hal terbesar terakhir dalam karier saya. Sekarang itu sudah terjadi, saya tidak berpikir ada hal lain yang bisa memotivasi saya," ucap Peterhansel di
Reuters.Meski begitu, kemenanÂgan Peterhansel belum final. Sebabnya adalah upaya bandÂing yang diajukan Tim
X-raid yang menuding Peterhansel melakukan pengisian bahan bakar secara ilegal di tengah balapan.
Dari nomor motor, Toby Price menjadi juara dengan waktu 48 jam, sembilan menit dan 15 detik. Rider asal Australia itu unggul 39 menit dan 41 detik dari Stefan Svitko di urutan kedua. Sementara podium ketiga menjadi milik Pablo Quintanilla (Chile) dengan 48 jam, 58 menit dan tiga detik. ***
BERITA TERKAIT: