Puasa Fedex, sapaan Federer akan gelar
grand slam berlanÂjut di tahun 2015 lalu. Setelah meraih gelar grand slam-nya yang ke-17 dengan menjuarai Wimbledon pada 2012 lalu, tidak ada lagi titel juara turnaÂmen mayor yang berhasil disabet petenis asal Swiss itu.
Federer sejatinya sudah sanÂgat dekat dengan gelar
grand slam yang ke-18 di tahun 2015 lalu dengan menembus final di Wimbledon dan Amerika Serikat Terbuka. Tapi langkahÂnya menuju trofi di dua grand slam tersebut dihentikan oleh Novak Djokovic. Djoker, sapaan akrab Djokovic sendiri tampil dominan tahun lalu dengan meÂmenangi tiga gelar grand slam.
Menyambut 2016, Federer yaÂkin dirinya masih mampu untuk menjuarai
grand slam sekaligus meraih titelnya yang ke-18. Tapi Federer tidak akan terlalu risau memikirkan hal tersebut.
"Saya sudah sangat dekat, saya sudah bermain sangat baik, tapi saya tidak merasa frustrasi karena itu," ujar Federer seperti dilansir
Sky Sports.
"Saya masih senang dengan cara saya bermain. Itu (2015) adalah tahunnnya Novak, dia bermain begitu bagus, yang bisa Anda lakukan terbatas jika seseÂorang sangat dominan dan punya kepercayaan diri tinggi," lanjut petenis berusia 34 tahun itu.
"Itu disayangkan, tapi di saat bersamaan saya tidak merasa kasihan pada diri saya sendiri. Saya sudah memenangi banyak hal sepanjang karier saya, saya merasa jika saya terus memaksa itu mungkin saja terwujud. Kalau tidak, tidak apa-apa," katanya.
Sementara itu dari arena Piala Hopman dilaporkan, Tim Australia Hijau mengawali suksesnya dalam penyisihan grup B. Tak tanggung-tanggung, unggulan Jerman dibabat 3-0 dalam laga di Perth, Australia kemarin.
Daria Gavrilova membuka keÂmenangan di partai tunggal putri dengan menaklukkan Sabine Lisicki 6-2, 6-2. Kemenangan ditentukan oleh pemain ketuÂrunan Yunani Nick Kyrgios yang menggusur Alexander Zverev 4-6, 6-1, 6-4 di tunggal putra.
Pada partai ketiga, ganda campuran yang tak menentukan lagi, Kygrios/Gavrilova tetap berseÂmangat. Hasilnya, Zverev/Lisicki ditaklukkan 6-3, 4-6, 10-7. ***
BERITA TERKAIT: