Gelar juara itu sekaligus meÂlengkapi dominasi
The Djoker-julukan Djokovic di sepanjang tahun ini. Petenis Serbia 28 tahun itu meraih titel juara turnamen tutup tahun untuk kelima dalam kariernya atau keempat secara berturut-turut.
Prestasi ini menjadikannya sebagai petenis pertama dalam sejarah yang bisa melakukannya.
Kini, dia menyamai prestasi petenis-petenis legendaris lainÂnya seperti Ivan Lendl dan Pete Sampras yang sama-sama menÂgumpulkan lima gelar juara
ATP World Tour Finals.
Sebelumnya, petenis asal Serbia itu sudah meraih titel kelima ATP Finals setelah memenanginya paÂda 2008, 2012, 2013, dan 2014.
Dengan kemenangan ini, total Djokovic mencatatkan rekor 82 kemenangan dari 88 pertandingan di musim ini atau hanya enam kali kalah. "Dengan kemenangan-kemenangan musim ini aku meÂnempatkan diriku dalam posisi yang sangat bagus, apalagi aku membuat banyak rekor dan sejaÂrah," kata Djokovic.
Sedangkan bagi Federer, kegÂagalan ini adalah yang kedua kalinya beruntun atau yang keempat kalinya. Meski kalah, mantan petenis nomor satu dunia asal Swiss ini masih menjadi pengumpul titel ATP Finals terÂbanyak dengan enam trofi juara yang diraihnya pada 2003, 2004, 2006, 2007, 2010, 2011.
Dalam duel di partai puncak tersebut, Djokovic tampil solid di sepanjang pertandingan ini. Dia dua kali mematahkan servis Federer di gim ketiga untuk ungÂgul 2-1 dan di gim kesembilan guna merebut set pertama.
Situasi tidak jauh berbeda di set kedua. Djokovic berhasil mendaÂpatkan tiga break point dalam kedudukan 40-0 di gim ketujuh, namun Federer mampu menyeimÂbangkan skor menjadi 4-4.
Gim kesepuluh menjadi kunci kemenangan Djokovic. Petenis berusia 28 tahun ini kembali merÂaup poin demi poin untuk meraih
championship point pertama, sebelum double fault Federer meÂmastikan kemenangan dia. ***
BERITA TERKAIT: