Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas Badan Standardisasi Nasional (BSN) Budi Rahardjo mengatakan, UKM yang ikut pameran itu adalah UKM yang menerapkan SNI.
"Salah satunya PT Hinoka Alsindo Teknik yang memproduksi mesin pertanian, perkebunan, perikanan yang sudah memenuhi SNI," katanya.
Masyarakat bisa datang mengunjungi IQE 2015. Selain bisa membeli produk berkualitas SNI juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan standardisasi di Indonesia.
Keterlibatan UKM dalam pameran IQE 2015, terang Budi, sebagai bentuk persiapan UKM untuk menyambut pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Apalagi MEA akan diterapkan pada 1 Januari 2016 mendatang." ujarnya.
UKM merupakan kekuatan ekonomi di Indonesia dengan kontribusi yang cukup signifikan. UKM selama ini telah menyediakan lapangan kerja, sumber PDB, penghasil devisa melalui ekspor, serta penanaman modal.
Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, untuk mendorong kemasan produk yang menarik, pelaku UKM harus memperhatikan produk-produk dari negara pesaing seperti Korea, Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Menurut Thomas, untuk tahap awal pelaku usaha bisa meniru kemasan produk dari negara pesaing tersebut agar bisa ditandingi dan setelah itu baru dicari modifikasinya.
Thomas optimistis, di tengah kondisi ekonomi global yang berat pelaku UKM di bidang makanan dan minuman dapat menjadi primadona ekonomi baru. Menurutnya, siklus ekonomi dalam sepuluh tahun ke depan lebih banyak kepada produksi barang yang memiliki keunikan seperti kerajinan. Sedangkan, barang produksi massal lambat laun trennya menurun
.[wid]
BERITA TERKAIT: