Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menegaskan, kemeriahan laga Piala Presiden 2015 membuktikan bahwa kekhawatiran dan citra negatif yang selama ini dibangun oleh pihak-pihak tertentu, tidak terbukti.
"Kemeriahan laga ini membuktikan bahwa gairah sepakbola adalah berkat, oleh dan untuk masyarakat pecinta bola yang akan terus didorong oleh pemarintah," kata Imam sesaat sebelum laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sesaat sebelum laga digelar.
Menpora berharap akan banyak turnamen sepakbola yang bisa bergulir setelah Piala Presiden. Apalagi, kompetisi reguler di Tanah Air sedang vakum lantaran PSSI tengah dibekukan.
"Kami terus mendorong agar semakin banyak operator yang melaksanakan turnamen dengan label piala yang lain, dan diikuti oleh semua klub tanpa melihat kasta. Nanti akan ada turnamen Panglima TNI, ada Indonesia Champion Cup dan lain-lain yang akan kita dorong. Sepakbola itu indah dan merupakan hiburan yang menyatukan perbedaan," tegas Imam.
Piala Presiden 2015 yang berada dibawah kendali pemerintah dengan operator Mahaka Sports, merupakan turnamen kedua ketika PSSI sedang beku. Sebelumnya, ada Piala Kemerdekaan yang sudah selesai 13 September lalu. Babak final Piala Presiden 2015 mempertemukan Persib Bandung melawan Sriwijaya FC.
Cak Imam mengucapkan terima kasih kepada para suporter yang mampu menjaga sportivitas dan kondusivitas pada laga final ini. Baik pendukung Persib, Sriwijaya, maupun suporter Persija yang menjadi tuan rumah dari tempat digelarnya babak final kali ini. Juga kepada aparat keamanan yang sigap mengantisipasi munculnya kejadian yang tidak diinginkan.
Menpora mengungkapkan, suporter juga merupakan aset berharga yang harus dikelola dengan baik dan profesional oleh setiap klub. Suporter yang mampu menjaga sportivitas dan kondusivitas juga akan mengangkat pamor klubnya.
"Sepakbola itu menyatukan negeri ini, jangan terpecah belah gara-gara sepakbola," tambah Menteri asal Bangkalan, Madura ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: