Greysia/Nitya dinobatkan jadi pemenangan usai mengalahkan pasangan tuan rumah, Chang Ye Na dan Lee So Hee lewat pertarungan dua set, 21-15, 21-18. Publik Indonesia yang mayoritas TKI di Stadion HK Handball pun gemouruh.
Di set pertama, Greysia/Nitya langsung menunjukkan keperÂcayaan diri dengan permainan ofensif. Hal ini membut Chang Ye Na Lee So Hee kerepotan, Greysia/Nitya pun menang 21-15. Memasuki set kedua, kejar mengejar poin terjadi antara pasangan Indonesia dan Korsel.
Namun setelah imbang 3-3, Greysia/Nitya balik unggul dan melejit meninggalkan ganda Korsel. Ketika masuk masa interval ganda Indonesia unggul poin 11-6.
Pada fase berikutnya sempat tertinggal 15-19, ganda korea itu berhasil memperkecil ketinggalan jadi 18-19 setelah rally panjang.
Namun, ganda Indonesia berÂhasil memaksimalkan kesemÂpatan dan merebut dua poin terakhir yang membuat mereka menjadi juara. Partai puncak Korea Super Series ganda putri itu sendiri berlangsung selama 47 menit.
Keberhasilan Greysia/Nitya meraih gelar Korea Open ini merupakan yang pertama sejak delapan tahun terakhir. Gelar terakhir untuk Indonesia diperoleh Candra Wijaya/Tony Gunawan dan Nova Widianto/Liliyana Natsir pada 2006 silam.
Sayang sukses itu tidak diikuti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan ganda campuran itu harus puas menjadi
runner-up karena kalah dari musuh beÂbuyutannya, Zhang Nan/Zhao Yunlei, di babak final.
Tontowi/Liliyana kalah dua gim langsung dari pasangan noÂmor satu dunia itu 16-21, 15-21 dalam tempo 41 menit.
"Pertama-tama kami ingin berterima kasih kepada Tuhan, terima kasih untuk pelatih kami, untuk PBSI dan semuanya yang telah berjasa. Gelar ini kami persembahkan untuk Indonesia, untuk ganda putri Indonesia. Kami hanya memberikan yang terbaik di lapangan dan kami memang ingin menjadi juara di sini," ujar Greysia kepada
badÂmintonindonesia.org. ***
BERITA TERKAIT: