Merangkak dari babak kualiÂfikasi, Ihsan berhasil menembus perempat final. Pebulutangkis berumur 19 tahun ini sukses meÂmaksa wakil Hongkong, Hu Yun angkat koper setelah menang game langsung, 21-8 dan 21-14 dalam waktu 31 menit di Tokyo Metropolitan Gymnasium, kemarin. Bertemu pemain yang lebih senior Ihsan rupaÂnya memiliki strategi khusus. "Saya lebih mengontrol perÂmainan dan mengontrol keceÂpatan, membuat lawan lari di lapangan," ujar katanya dikutip situs resmi PBSI.
Selanjutnya di perempat fiÂnal, Ihsan masih menunggu lawan, antara seniornya, Tommy Sugiarto yang menjadi lawan wakil Jepang Kento Momota. "Siapa aja lawannya, yang pasti saya siap."
Dua wakil Garuda lainnya yang menembus perempat final beÂrasal dari nomor ganda putra dan ganda campuran. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir turut lolos usai menekuk pasangan Taiwan, Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan, 21-17, 21-11. Meski sempat terlambat panas di gim pertama, namun pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu bisa memastikan kemeÂnangan. "Di game kedua kami lebih enjoy aja mainnya," kata Liliyana. Di perempat final, Owi/Butet diprediksi menang mudah. Sebab, lawan yang akan dihadapÂinya Ko Sung Hyun/Kim Ha Na dari Korea Selatan tidak terlalu menyulitkan. Berdasarkan pada rekor pertemuan selama ini. Owi/Butet masih unggul 3-1. Terakhir mereka bertemu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Jakarta dan dimenangkan Tontowi/Liliyana 21-8, 21-15.
"Kita tetap harus waspada. Dari awal harus lebih fokus lagi," ujar Butet.
Kekhawatirkan Butet beralasan. Sebab, di laga sebelumnya, Ko/Kim sukses memulangkan rekan mereka Praveen Jordan/Debby Susanto dengan skor 17-21 dan 10-21 selama 33 menit.
Sukses Owi/Butet diikuti pasangan ganda putra Indonesia, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Di babak kedua Angga/Ricky menyingkirkan pasanÂgan Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, 21-18, 21-15. ***
BERITA TERKAIT: