Pika Handayani Juarai PSP3 Berprestasi 2015

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 29 Agustus 2015, 07:00 WIB
rmol news logo Asisten Deputi Bidang Kepeloporan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI berhasil melakukan penilaian peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan (PSP3) berprestasi tingkat nasional tahun 2015.

Dari 15 finalis yang lolos seleksi administrasi dan dipanggil mengikuti tahapan penjurian tingkat pusat di Hotel Best Western Hariston, Jakarta, sejak 26-30 Agustus, Pika Handayani sukses menjadi yang terbaik.

Dalam tahapan finalisasi penjurian yang berlangsung pada Kamis (28/8) malam, Peserta PSP3 angkatan 24 asal Bengkulu yang ditempatkan di Desa Cibua, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, ini sukses mendapat poin tertinggi dari 12 tim juri yang menjadi penilai, sehingga dinobatkan sebagai juara pertama PSP3  berprestasi 2015.

"Sesuai kesepakatan dewan juri, kami tetapkan Pika, peserta PSP3 asal Banten sebagai peserta PSP3 terbaik 2015. Peringkat kedua adalah Sulastri Nainggilan utusan Jawa Tengah dan peringkat ketiga adalah Hardiansyah utusan dari Jawa Timur," demikian kata Aida Vitayala selaku ketua tim dewan juri pemilihan PSP3 berprestasi tahun 2015 saat mengumumkan hasil penjurian di Hotel Best Western Hariston, Jakarta, kemarin (Jumat. 28/8).

Lebih lanjut, guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menambahkan, juara harapan I diperoleh Moh Tarib (Sulawesi Barat), juara harapan II disabet Nurwahida (DKI Jakarta) dan Annisa yang bertugas di DI Yogyakarta memperoleh juara harapan III.

"Saya ucapkan selamat bagi peserta yang sukses mendapatkan peringkat dalam proses penjurian. Bagi yang tidak mendapatkan peringkat jangan berkecil hati karena Anda semua adalah terbaik dari yang terbaik. Anda mengikuti seleksi tingkat pusat sudah menunjukkan prestasi luar biasa. Sebab bisa menyisihkan ribuan peserta PSP3 yang saat ini tengah menjalankan tugas di desa penempatan," beber Aida.

Untuk diketahui, selama berada di desa penempatanya di Banten, Pika berhasil menjalankan tugas pendampingan terhadap warga setempat terutama pemuda serta sukses mengembangkan usaha dengan membuat produk nata de coco dan juga penggemukan bebek. Penghasilan belasan juta sebulan membuat dewan juri tidak ragu untuk menetapkannya sebagai pemenang.

Dalam proses penjurian, ke-15 finalis diuji oleh tim Dewan Juri yang terdiri dari unsur akademisi, praktis,  jurnalis  dan juga dari Kemenpora. Mereka ditanya seputar visi misi mengikuti PSP3.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara mengaku senang atas terlaksananya penjurian tingkat nasional dengan sukses dan lancar. Mantan Kadispora Sumatera Utara ini pun memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional.

"Adanya peserta PSP3 berprestasi menunjukkan bahwa program yang salah satu tujuannya untuk kemandirian pemuda ini sudah sesuai harapan. Sebab dengan usaha yang tengah dijalani para peserta PSP3 di desa penempatan, jelas akan mengantarkan mereka menjadi enterpreneurship muda setelah masa tugas mereka berakhir," beber Sakhyan.[wid]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA