Harus mampu kembalikan tradisi emas. Minimal bawa dua emas ke Tanah Air. Dapat emas di ajang lain sudah biasa, tapi kalau bawa dua keping emas di Olimpiade, itu luar biasa,†kata Menpora, saat membuka Rakor Pembinaan Olahraga Nasional Mendukung Program Indonesia Emas Menuju Asian Games 2018 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (26/8) malam.
Untuk mewujudkan itu, menteri yang akrab disapa Cak Imam tersebut meminta Satlak Prima bisa menciptakan atlet yang andal. Namun, itu bukan perkara mudah karena saat ini KONI dengan KOI masih belum akur. Karena itu, Menpora minta Prima bisa bersinergi dengan dua lembaga pembina olahraga di Tanah Air tersebut.
"Para atlet perlu terus didorong agar lebih kuat dan susunlah strategi yang bagus. Prima akan tangguh jika bersinergi dengan KONI dan KOI," jelasnya.
Menurut Menpora, pembinaan atlet tak bisa instan dan perlu biaya banyak. Karena itu, pihaknya berharap agar BUMN dan pihak swasta ikut melakukan pembinaan terhadap cabang-cabang olahraga di Indonesia.
"Untuk itu, diperlukan peran Kementerian Keuangan, Bappenas, BUMN, DPR, termasuk soal regulasi CSR (
Corporate Social Responsibility) dari perusahaan untuk pembinaan olahraga," terangnya.
Pada Rakor tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, antara lain Kemenpora, KONI Pusat, KOI, Satlak Prima, PB/PP, KONI Provinsi, Kabupaten dan Kota, Dispora Provinsi, Komite Olimpiade Militer Indonesia (KOMI) dan National Paralimpyc Games (NPC). Rakor digelar selama tiga hari hingga Jumat (28/8) besok.
[wid]
BERITA TERKAIT: