Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didampingi Asdep Olahraga Layanan Khusus Kemenpora Bayu Rahadian dan Deputi Bidang Pariwisata Pemprov DKI Silviana Murni menerima sejumlah pengurus National Paralympic Committee (NPC) dan Presiden Asian Paralympic Committee (APC) Majid Rashed di Balaikota Pemprov DKI, Jumat (19/6) lalu.
Ketua NPC Senny Marbun dalam paparannya menyatakan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Paragames.
"Simbolisasinya dilambangkan dengan penyerahan bendera dari Presiden Asian Paralympic Committee, Dato Zainal Abu Zarin dengan perwakilan Kemenpora Djoko Pekik Irianto pada penutupan Incheon 2014 Asian Paragames di Korsel," kata Senny.
Sementara itu, Majid Rashed menyampaikan Asian Paragames 2018 akan diadakan pada September 2018. "Nanti akan menggunakan tempat dan fasilitas yang sama dengan Asian Games 2018, dan diperkirakan akan hadir perwakilan 42 negara yang akan berkompetisi dalam 10 hari pelaksanaan," katanya.
Majid melanjutkan, nantinya akan ada 15 cabor yang akan dipertandingkan.
"Di antaranya atletik, renang, angkat beban, tenis meja, tenis kursi roda, badminton, bowling, boccia, panahan, football 7-a-side, goalball, voli duduk, basket kursi roda, menembak, dan judo," lanjutnya.
Merespon paparan tersebut, Ahok sangat mendukung langkah NPC, APC, dan Kemenpora yang akan menggelar Asian Paragames 2018.
"Pemprov DKI Jakarta telah memiliki peraturan terkait Penyandang Disabilitas, yakni Perda No. 10/2011 tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas dan telah dibentuk Lembaga Perlindungan Penyandang Disabilitas (LPPD) melalui Pergub No.24/2013 yang beranggotakan 31 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)," kata Ahok.
SKPD ini diketuai Wagub sebagai komitmen melindungi penyandang disabilitas. "Pemprov DKI akan menyiapkan fasilitas, seperti Wisma Atlet Kemayoran dan Velodrome," lanjut Ahok.
Majid menyambut gembira kesiapan Pemprov DKI. "Saya yakin Jakarta ini akan menjadi kota yang sangat maju ke depan. Anda punya orang-orang yang hebat di kota ini. Dan saya sering mendengar kepemimpinan dan kebijakan anda yang cukup excellent dari tempat kami di Dubai, Uni Emirat Arab," katanya.
"Banyak orang tahu dan paham bagaimana memimpin Kota Jakarta. Semua orang juga tahu apa problem dan solusi dari kota ini. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengeksekusi kebijakan," kata Ahok.
Sementara Bayu Rahadian menyatakan Kemenpora melalui asdepnya akan memfasilitasi segala kebutuhan yang diperlukan. "Nanti koordinasinya dengan kami," katanya.
[wid]