"Tinju ini ditargetkan dua emas, tapi saya harap bisa lebih dari itu. Kami akan dukung dan beri motivasi kepada para atlet dan pelatih agar mereka terus bersemangat menyongsong SEA Games," ujar Menpora di Jakarta.
Menpora Imam mengemukakan, sudah saatnya petinju Tanah Air bisa mendunia. Karena itu, pemerintah meminta semua pihak untuk mendukung cabang tinju, termasuk dalam hal pendanaan. Sebab, urusan anggaran bukan hanya dari pemerintah, melainkan juga swasta.
"Kalau dari pemerintah, bantuan semampu kami. Untuk yang lainnya bisa dicarikan bapak asuh lewat BUMN untuk mendukung tinju supaya kembali berprestasi," ungkap dia.
Di sisi lain, Menpora ikut mendorong para atlet agar bisa meraih prestasi di ajang Presiden Cup 2015 di Palembang, April mendatang. Apalagi, kejuaraan tersebut dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri sebelum tampil di SEA Games Singapura.
"Kita pernah punya petinju yang juara dan kita harapkan 2015 ini bisa mengulang dengan mendapatkan prestasi. Bagi saya, olahraga tinju pernah menjadi sejarah besar. Petinju kita pernah berjaya dan tahun ini kita dorong agar lahir petinju-petinju kelas dunia," kata Cak Imam.
Menurut Menpora jadwal
sparring cabang Olahraga Tinju ke Kuba bukan dibatalkan melainkan diundur. "Sekali lagi ini bukan pembatalan melainkan penundaan karena terkait mekanisme pencairan keuangan yang diatur oleh negara," jelasnya.
Menpora merasa berterimaksih kepada PP Pertina yang telah menyiapkan penundaan
sparring ke Kuba diisi dengan
sparing partner yang diselenggarakan saat ini.
"Terimakasih kepada Ketua Umum PP Pertina terkait
sparring partner kali ini sekaligus untuk persiapan President's Cup dan SEA Games 2015 di Singapura," ucap Menpora.
[wid]
BERITA TERKAIT: