Mantan Atlet Nasional Tuntut Menpora Berbenah Hadapi Asian Games

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 17 Februari 2015, 01:51 WIB
Mantan Atlet Nasional Tuntut Menpora Berbenah Hadapi Asian Games
kemenpora/net
rmol news logo Sejumlah mantan atlet nasional yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mantan Atlet Nasional (FK MAN) menuntut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pemasalahaan yang menyangkut olahraga nasional dan persiapan Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia.

"Jangan biarkan permasalahan berlarut-larut, imbasnya pembinaan yang berjalan saat ini akan semakin menjauhakn harapan prestasi Indonesia untuk kembali bangkit dan penyelenggaraan Asian Games akan terasa sebagai pemborosan semata," kata koordinator FK MAN, Taufik Hidayat dalam konpres 'Menilai 100 Hari Kinerja Menpora di  Jakarta, Senin (16/2).

Sejumlah mantan atlet nasional yang menuntut Menpora untuk bekerja lebih keras dan serius dalam mempersiapkan pembinaan atlet tersebut di antaranya Juara Olimpiade Rexy Mainaky yang kini aktif sebagai kepala bidang pembinaan dan prestasi PP PBSI, mantan petinju nasional Samsul Anwar, mantan peloncat indah yang kini menjadi pelatih Harly Ramayani, mantan perenang terbaik dieranya Lukman Niode, Ivana Lie, Bayu Krisna dan masih banyak lainnya.

Para mantan atlet nasional yang telah menorehkan tinta emas di tingkat dunia itu menilai dalam 100 hari pertama, seharusnya Menpora mampu memberikan terobosan terhadap permasalahan terkini dan membuat gebrakan namun kenyataannya segudang permasalahan mengakibatkan prestasi atlet-atlet Indonesia semakin menurun.

"Di level Asia Tenggara, SEA Games 2013 lalu kita hanya berada diposisi keempat, dan puncaknya di Asian Games 2014 kita juga gagal memenuhi target 10 besar dan melorot diposisi 17, Posisi ini di bawah Thailand," katanya .

Mantan Atlet Nasional itu juga meminta Menpora untuk segera berbenah dalam penyelenggaraan Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang dengan membuat kebijakan dan formula baru untuk menyukseskan event terbesar di benua Asia itu dan menghentikan penyebab penurunan prestasi.

"Kami meminta Menpora mengganti seluruh pejabat maupun pelaksana yang tidak kompeten dan sudah nyata terus menerus gagal dalam pembinaan dengan menggantinya dengan melakukan uji publik untuk mengukur kompetensi," tandasnya.  [ysa]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA