Saya yakin dengan dasar budaya yang kuat, akan lebih berhasil dibanding olahraga asal negara lain,†kata M Akbar SaÂtrio dari Al Azhar Youth Leader Institut (AYLI) di Jakarta.
Saat ini, pencak silat sudah menjadi langganan perebutan medali di SEA Games. BahÂkan cabang ini juga tengah digadang-gadang akan diperÂtandingkan pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Akbar menjabarkan, kalau tak mau terlindas zaman, apapÂun yang terjadi kaum muda InÂdonesia harus siap menghadapi Masyakarat Ekonomi ASEAN(MEA) yang sejak awal Januari diberlakukan.
Salah satu jalan kalau IndoÂnesia mau eksis adalah dengan mengedepankan produk dan budaya lokal seperti angklung, pencak silat, dan lain-lain. Ini merupakan jalan keluar yang bisa dijual di MEA,†ujar Akbar.
Pada kesempatan lain Deputi I Bidang Pemberdayaan PeÂmuda Kemenpora, Dr Yuni Poerwati juga berharap mengÂhadapi MEA pemuda harus kreatif dan inovatif. Agar bisa bersaing dengan negara lain pemuda juga harus bugar dan suka berolahraga. Karena itu kami dari Kemenpora juga punya Program Pemuda BuÂgar,†ujar Yuni. ***
BERITA TERKAIT: