Sembilan cabor itu adalah bulutangkis, atletik, renang, angkat besi, dayung (rowing-kanoing), sepeda BMX, voli pantai, berkuda, dan panahan.
Untuk itu selain memikirkan Sea Games 2015 dan Asian Games 2018 seluruh pihak juga diminta konsentrasinya untuk memikirkan Olimpiade 2016 yang persaingannya tidak hanya kelas Asian namun seluruh negara.
Kami berharap Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dengan pemerintah bisa bersinergi,†kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik Irianto di kantornya, kemarin.
Djoko menilai, target dua medali emas cukup realistis. Bila itu bisa dipenuhi, maka otomatis peringkat Olimpiade Indonesia yang sebelumnya di posisi 63 bisa naik ke peringkat 30.
Pada Olimpiade di London, kontingen Merah Putih hanya bisa meloloskan delapan cabor yang diwakili 22 atlet. Maka untuk 2016 kita harap ada lebih banyak syukur-syukur bisa ada 30 orang.â€
Demi mencapai target tersebut, pemerintah berjanji akan memberikan dukungan secara maksimal. Kami sudah bertemu dengan Pengurus Besar berbagai cabor. Kami akan berupaya penuhi apa yang dibutuhkan.â€
Soal masalah pengadaan sarana dan prasarana yang menjadi kendala umum, Kemenpora dalam waktu dekat akan segera menuntaskannya.
Dikatakan, KONI, KOI dan Satlak Prima nantinya akan menggunakan strategi prioritas untuk mengirimkan cabor serta nomor apa saja yang punya potensi besar mendulang medali.
Ketua Satlak Prima, Suwarno menyebutkan hampir semua cabor sudah tersusun masing-masing jadwalnya serta data terkait prakualifikasi. Misalnya, bulutangkis. Kualifikasinya akan dilakukan April 2015-2016, dayung dibedakan jadi dua ada Kano dan Rowing yang dilakukan di Palembang.
Sedangkan untuk atletik dan panahan kualifikasinya diperkirakan pada Juli mendatang. Angkat besi rencananya dilakukan di Amerika pada November 2015.
Sebelum turun diterbangkan ke Brasil, Suwarno meminta agar semua atlet benar-benar mendapat pemusatan latihan yang khusus di dalam maupun luar negeri. Untuk anggarannya, pemerintah telah mengalokasikan Rp 395 miliar. Jumlah ini naik, dari sebelumnya yang hanya Rp 250 miliar.
Dari jumlah dana yang dibutuhkan tersebut saat ini yang telah dipegang baru Rp250 miliar,†katanya. ***
BERITA TERKAIT: