Pada perlombaan senam hari terakhir di Gedung Senam Nusantara Citraland, Surabaya, Minggu (14/12) dua medali emas DKI Jakarta dipersembahkan Thalia Esther dari nomor simpai, setelah nilai terbaik 13,33. Untuk medali perak direbut Amalia Rizky Mendari dari Jambi yang mencatat nilai 10,91 dan Vani Valentin (Sumatera Utara) dengan nilai 10,70 harus puas meraih medali perunggu.
Adisty Chanda yang turun di nomor bola menyumbangkan medali emas untuk DKI Jakarta dengan membukukan nilai 13,10, mengungguli Tri Wahyuni (Lampung) memperoleh nilai 11,35 dan Nabiela De Allif Adov (Sumatera Barat) di urutan ketiga dengan nilai 9.82.
Adapun satu medali emas lainnya di nomor ganda putri menjadi milik pesenam Lampung, Wahyu Yolanda, setelah tampil apik dengan menorehkan nilai tertinggi 13,15. Ia mengalahkan wakil Jatim Ajeng Putri Pratiwi yang mencatat nilai 10,38 dan Nabiela (Sumatera Barat) dengan nilai 9,30 berada di peringkat ketiga.
Kendati gagal menambah medali emas dari senam ritmik, tuan rumah Jatim secara keseluruhan masih berada di posisi teratas dalam pengumpulan medali emas di cabang senam hingga selesainya seluruh perlombaan.
Jatim menjadi juara umum dengan perolehan enam medali emas, dua perak dan satu perunggu, disusul DKI Jakarta dengan empat emas, dua perak dan satu perunggu. Selanjutnya Jambi berada di posisi ketiga dengan meraih tiga emas dan satu perak.
Pelatih kepala tim senam Jatim Indra Sibarani mengakui nomor ritmik memang tidak dibebani target medali emas, karena kualitas atletnya masih kalah dibanding daerah lain, terutama DKI Jakarta.
"Ada satu medali emas yang lepas dari bidikan, yakni nomor lantai putri pada senam artistik. Awalnya kami prediksi bisa dapat tujuh emas, kalau nomor lantai bisa direbut,†kata Indra.
Menurut dia, saat berlomba di nomor lantai, anak asuhnya tampil kurang maksimal dengan rata-rata mendapat nilai 11, sementara DKI Jakarta yang diperkuat atlet Pelatnas bisa meraih nilai rata-rata di atas 13.
[wid]