Mereka akan bermain dengan multiple Major Champion, Padraig Harrington dari Irlandia, pemegang gelar Indonesia Open Gaganjeet Bhullar dari India, pemain kawakan Mardan Mamat dari Singapore, serta pemegang rekor 72-hole scoring yaitu Chapchai Nirat dari Thailand, di turnamen Asian Tour dengan total hadiah senilai US$ 750.000.
Lebih dari 30 pemegang gelar Asian Tour, dipimpin oleh peringkat pertama Order of Merit, Lipsky, Lahiri, dan Prom Meesawat dari Thailand, akan menunjukkan permainan apiknya di event bergengsi yang akan diadakan di Damai Indah Golf, PIK Course dari 4-7 Desember.
George Gandranata, Rory Hie, William Sjaichudin, dan Andik Mauludin, para pegolf unggulan dari Indonesia, juga akan menambah tantangan yang harus dihadapi pemain dunia dan berharap menjadi orang kedua yang menyabet gelar Indonesia Open setelah Benny Kasiadi.
Bank BRI Indonesia Open merupakan salah satu aspek penting terhadap penentuan peringkat Order of Merit dimana Lipsky, pemain Amerika berdarah Korea ini memimpin US$ 160.000, di atas Lahiri dan Prom.
Setelah memenangi Omega European Masters, sebuah turnamen di bawah naungan Asian Tour dan European Tour bulan September lalu, Lipsky siap mempertahankan gelar teratasnya di Order of Merit dengan memenangi gelar Asian Tour di BANK BRI Indonesia Open.
"Saya puas dengan kemenangan di Omega European Masters. Saat ini saya tidak dalam proses meningkatkan permainan. Permainan saya sudah prima dan berharap akan terus prima sampai akhir tahun," kata Lipsky, yang telah berkomitmen untuk bergabung di tiga event Asian Tour lainnya 2014 ini.
"Di Order of Merit, posisi saya masih di puncak dan apabila saya bisa bermain stabil, maka posisi saya akan aman," tambahnya.
Menjelang akhir musim Asian Tour, Mithun Perera dari Sri Langka, Scott Barr of Australia,
Jazz Janewattananond dari Thailand, serta Nicholas Fung dari Malaysia, yang bermain sama kuat tahun lalu juga akan bermain habis-habisan untuk memperebutkan gelar pertama mereka di Tour premier regional.
Tahun lalu, Perera selangkah lagi memenangi salah satu turnamen Asian Tour dan menjadi orang pertama dari Sri Langka yang menyabet gelar Asian Tour. Langkahnya terjegal oleh S. S. P Chowrasia dari India di Panasonic Open di India awal November lalu.
Walaupun ia melewatkan kemenangan fenomenal, namun Perera,anak dari Nandasena yang adalah pemain top di putaran Asia sekitar tahun 1980-1990, yakin bahwa kemenangannya akan segera terwujud.
"Saya telah mengantongi kartu Asian Tour untuk tahun depan dan saya tidak perlu khawatir lagi! Bagi saya, kemenangan sudah dekat karena saya sedang di permainan puncak," tegas Perera, posisi 35 di Order of Merit.
[ald]
BERITA TERKAIT: