Hopkins yang berusia 49 taÂhun, sempat terjatuh pada ronde pertama. Namun, petinju asal AmeÂrika Serikat itu masih dapat melanjutkan pertarungan hingga ronde 12 berakhir.
Dua juri memberi angka 120-107, dan satu juri 120-106 untuk Kovalev. Petinju asal Rusia itu kini sudah merebut sabuk versi IBF, WBA, dan WBO. Pria 31 taÂhun itu mencatat 26 kali meÂnang tanpa pernah kalah, terÂmaÂsuk 23 kali menang KO, serta seÂkaÂli seri.
Sementara itu, Hopkins yang kiÂni tercatat sebagai petinju terÂtua yang pernah memegang gelar juara dunia, mengatakan bahwa keÂkalahan tersebut tidak otoÂmaÂtis mengakhiri kariernya.
Saya tidak akan mengungÂkapÂkan sekarang. Masih 50-50 apa yang akan saya lakukan seÂlanÂjutnya, tapi saya telah melaÂkukan lebih dari orang-orang perÂkirakan soal karier saya,†kata Hopkins.
Sementara Kovalev berpendaÂpat, Hopkins perlu menghentiÂkan kariernya gara memberi keÂsemÂpatan pada para petinju yang leÂbih muda.
Ia menambahkan bahwa HopÂkins mungkin masih bisa meÂngaÂlahkan juara kelas berat ringan versi WBC Adonis Stevenson â€" meskipun belum pasti apakah Hopkins masih ingin mengincar pertarungan itu.
Sedang Kovalev mendeÂdiÂkaÂsikan ini buat Sang Putra. Saya bahagia sekali,†kata Kovalev. KeÂmenangan ini hadiah bagi anak saya, Alesandr. Saya seÂnang karena ia tak bisa menjangÂkau kepala saya.â€
Natalia, istri Kovalev, baru saÂja melahirkan anak pertama meÂreka, 20 Oktober, di Los AngeÂles, ketika Kovalev justru tengah berÂlatih di tempat lain. SepanÂjang persiapan, Kovalev belum perÂnah melihat wajah sang putra karena terus meÂlakukan persiapan. ***