Djoker mencatat kemenaÂngÂan keenam dalam tujuh perÂteÂmuannya dengan KohlÂschreiÂber. Dalam durasi 85 menit. Dia mengkonversi tiga dari tuÂjuh peluang
break point untuk menang.
Meski lawannya bukan peÂtenis unggulan, tapi kemenaÂngÂÂan Djokovic sangat istimeÂwa setelah mendapatkan bye di baÂbak pertama. PenampiÂlanÂnya di Paris buat Djokovic adaÂlah serÂba pertama. Pertama seÂteÂÂlah menjadi ayah dan pertaÂma juga berlaga di indoor daÂlam 10 peÂnampilan terakhirnya.
Kemenangan Djoker ini adaÂlah yang ke-53 dalam duelÂnya sepanjang musim. Dia juga telah memenangkan lima gelar ATP World Tour pada Indian Wells Champion, Miami Open 2014, Roma Open 2014, BeiÂjing Open 2014 dan WimbleÂdon 2014.
Turnamen ini buat Djokovic mempunyai arti penting. Bukan hanya sebagai ajang pemanasan jelang tampil di Final ATP di LonÂÂdon bulan depan. Petenis asal Serbia ini mengaku seÂnang, karena rival terberatnya, RaÂfael Nadal absen dari pertaÂruÂngan ini.
Namun dia mewaspadi muÂsuhÂnya dari Swiss, Roger FeÂderer yang berambisi mengkuÂdeÂta posisinya saat ini. “Bila saÂya bertemu dengan Federer maÂÂka akan menjadi pertarungÂan besar,†kata Djokovic dikuÂtip
ATP. ***
BERITA TERKAIT: