Karena itu, pihak klub berenÂcana membangun gedung buluÂtangkis yang besar dibanding di GOR Ragunan sekarang. “PemÂbaÂngunan gedung baru nanti meÂrupakan bentuk upaya kami memÂÂbangkitkan prestasi perbuÂlutangÂkisan Indonesia. Terlebih, tiga dari empat orang peraih emas Asian Games cabang buluÂtangkis adalah pemain binaan JaÂya Raya. Prestasi mereka meÂmang luar biaÂsa,†kata Wakil KeÂtua Pengurus JaÂya Raya, Budi KarÂya, seperti diÂkutip BadÂminÂtonÂindonesia, kemarin.
Satu pebulutangkis penyabet emas lainnya adalah Mohammad Ahsan. Dia merupakan pemain dari PB Djarum. Bersama pasaÂngÂannya Hendra dia berhasil meÂraih emas setelah mengatasi anÂdalan tuan rumah, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, 21-16, 16-21, 21-17.
Sedangkan keberhasilan GreyÂsia/Nitya untuk kali pertama meÂngumandangkan Lagu Indonesia Raya setelah mengalahkan pasaÂngan Jepang Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo, 21-15, 21-9. Greysia sendiri mengaku perlu wakÂtu tiga hari untuk benar-beÂnar sadar bahwa dirinya menyaÂbet medali emas.
“Sempat tidak sadar kalau kita benar-benar dapat medali emas karena dominasi Tiongkok dan JeÂpang masih terasa,†kata GreyÂsia. “Tiga hari kemudian baru beÂnar-benar sadar ketika buka soÂcial media karena ucapan selaÂmat,†kata Greysia.
Ketika ditanya soal target ke deÂpan Greysia mengaku ingin juaÂÂÂra di olimpiade. “Target jangÂka panjangnya yakni untuk meÂmenangkan olimpiade. Tetapi kaÂmi juga menargetkan All EngÂland, Sudirman Cup, dan kompeÂtisi dekat lainnya,†kata Greysia.
Sekadar catatan, duet ganda putri dan putra itu diguyur bonus Rp 2 miliar oleh klub Jaya Raya JaÂkarta dan Djarum Kudus. DeÂngan demikian, masing-masing pemain diganjar bonus Rp 500 juta. Acara penyerahan ini dilangÂsung di bilangan JaÂkarta Selatan, Sabtu (4/10). ***
BERITA TERKAIT: